Wednesday, February 8, 2023

Keunggulan Kapal Canggih Penebar Pakan Ikan

Rekomendasi

Trubus.id — Kapal penebar pakan ikan bisa menjadi alternatif para pembudidaya yang memelihara ikan di tambak yang luas. Salah satu keunggulannya, dengan kapal ini bisa membawa pakan ke setiap sudut hingga ke tengah tambak.

Inovasi kapal ini rakitan Prof. Dr. H. Muhammad Alfian Mizar, M.P., dari Universitas Negeri Malang. Alfian mengatakan, pembuatan kapal penebar ikan bertujuan meringankan beban pembudidaya ikan.

“Saya lihat pembudidaya di tambak memberi pakan mengelilingi tambak pasti capek jika setiap hari seperti itu,” kata Alfian.

Apalagi, lemparan tangan manusia tidak bisa menjangkau ikan yang ada di tengah tambak. Menurut Alfian, dengan menggunakan kapal buatannya, pembudidaya tidak perlu berkeliling tambak.

Pembudidaya hanya mengoperasikan telekendali (remote control) dari pinggir tambak. Kapal bisa diarahkan untuk berjalan ke seluruh area sudut tambak. Mau ke tengah atau di ujung pun bisa. Petambak bisa mengatur titik pelemparan pakan. Kapal ini mampu melempar pakan dengan radius 8 m ke arah samping.

Menurut Alfian, kapal penebar pakan berpotensi menekan biaya tenaga kerja. Ia mencontohkan, pembudidaya membayar tenaga kerja Rp125.000 per hari. Biaya produksi menggunakan kapal penebar pakan hanya Rp25.000 per hari. Dengan estimasi Rp25.000 untuk biaya pengecasan per hari. Artinya, petambak bisa menghemat hingga Rp100.000 per hari.

Sayangnya, Alfian belum melakukan riset terkait pengaruh tebar pakan ikan terhadap pertumbuhan bobot ikan. Namun, ia memperkirakan tingkat pemberian pakan yang merata berpotensi pada keseragaman pertumbuhan ikan.

Tabung kapal dapat menampung 10 kg pakan butiran. Jika kebutuhan pakan 20 kg, berarti pengisian pakan pada tabung dilakukan 2 kali. Menurut Alfian, kapal penebar pakan kreasinya mampu menebar pakan 10 kg selama 30 menit secara merata.

Desain kapal berukuran 130 cm × 35 cm × 60 cm. Penyimpanan energi menggunakan 2 baterai dengan fungsi berbeda. Baterai pertama untuk kapal berjalan, sedangkan baterai kedua untuk melempar pakan.

Setiap baterai berdaya 10 ampere. Saat baterai habis, pembudidaya bisa mengisi ulang. Waktu isi ulang 2 jam hingga baterai kembali penuh.

“Supaya efektif, pengecasan sebaiknya dilakukan 2 jam sebelum pemakaian,” tuturnya.

Keunggulan lain, kapal itu bisa awet 4–5 tahun. Biaya investasi pembuatan alat Rp12 juta.

Menanggapi inovasi itu, Dr. Dasep Hasbullah, S.P, M.Si., perekayasa Ahli Madya Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), mengatakan, sebuah inovasi unggul harus menjawab 3T.

“Tepat waktu, tepat takaran, dan tepat mutu,” kata Dasep.

Jika inovasi itu belum bisa menjawab 3T, berarti perlu pengembangan lanjutan. Sering kali, inovasi itu sudah memenuhi tepat waktu, tetapi takaran dan mutu pakan belum tercapai.

Efisiensi itu bisa dilihat dari rasio konversi pakan (Feed Conversion Ratio/FCR) pada ikan. Perbandingan antara tenaga kerja dan mesin penebar pakan. Kalau FCR-nya lebih rendah dari FCR tenaga manusia, itu berpotensi jadi solusi.

Sebaliknya, jika tingkat FCR sama atau bahkan lebih, belum bisa menjadi solusi. Solusinya hanya sebatas teknologi yang memudahkan, tetapi belum efisien.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Tips Sukses Budidaya Lele agar Menguntungkan

Trubus.id — Budidaya lele tak semudah yang dipikirkan. Beberapa kendala akan ditemui saat seseorang sudah mulai terjun di peternakan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img