Sunday, July 14, 2024

Menteri Pertanian: Kebersamaan Menjadikan Sektor Perkebunan sebagai Kekuatan Ekonomi Bangsa

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Refleksi menjadi penting untuk melangkah membangun sektor perkebunan yang lebih maju. Apalagi, melalui semangat kebersamaan, sektor perkebunan mampu menjadi sebagai kekuatan ekonomi bangsa.

Hal itu disampaikan oleh Syahrul Yasin Limpo, Menteri Pertanian, saat membuka acara Perkebunan Expo (Bunex) 2022, di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu, (21/12).

Acara itu dihadiri oleh berbagai stakeholder, mulai dari jajaran Kementerian Pertanian, Pemerintah Daerah, hingga pelaku sektor pertanian dan perkebunan yang mengikuti pameran (expo) dengan berbagai komoditas unggulan.

“Ini bukan expo biasa. Kegiatan ini sebagai refleksi terhadap capaian-capaian sektor perkebunan. Baik dari sisi hulu atau sisi budidaya seperti produktivitas lahan, hingga sisi hilir atau pengolahan produk turunan,” tutur Syahrul.

Syahrul meminta berbagai pihak harus percaya diri dengan sektor perkebunan yang telah dikembangkan. Sebab, menurut data yang ada, sektor perkebunan mengalami pertumbuhan pesat.

Sektor perkebunan, kata Syahrul, memperlihatkan tren yang bagus, mulai dari luas kebun bertambah, produktivitas meningkat, investasi meningkat, hingga tingkat ekspor komoditas perkebunan terjadi peningkatan.

Kendati demikian, Syahrul mengatakan supaya tidak cepat berpuas diri dengan pencapaian yang ada. Namun, ia mendorong untuk terus mengencangkan pengembangan, khususnya di sektor hilirisasi komoditas perkebunan.

“Jangan cepat berpuas diri, dengan capaian ini, bagaimana dengan kehidupan petani atau pekebun kita, perkebunan harus bisa membuat mereka rakyat menjadi lebih sejahtera,” tegas Syahrul.

Lebih lanjut, Syahrul juga mengingatkan untuk terus mewaspadai segala tantangan ke depan. Apalagi, berdasarkan pengamat dunia, pada 2023 diperkirakan akan menjadi tahun yang gelap. Untuk menghadapi itu, pihaknya mengajak semuanya untuk tetap optimis.

Mengingat, dalam dua tahun terakhir saat pandemi Covid-19 melanda dunia, Indonesia termasuk negara yang mampu bertahan (survive). Padahal, hampir semua negara menghadapi permasalahan ekonomi dan keuangan, bahkan berbagai negara sampai meminta bantuan kepada lembaga-lembaga dunia.

“Tapi Indonesia termasuk negara yang kuat, terbukti pertumbuhan ekonomi mencapai 5,4%.  Sedangkan tingkat inflasi Indonesia termasuk yang paling rendah hanya 5,7%. Ini tidak mudah, berbagai negara seperti Amerika inflasi hingga 7,10%, Inggris 10%,” tuturnya.

Menurutnya, tingkat inflasi Indonesia yang rendah itu tidak lepas dari sektor perkebunan yang turut menopang perekonomian negara dengan baik.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Tiga Bahan Alami untuk Ternak Ayam

Trubus.id—Lazimnya kunyit sebagai bumbu masakan. Namun, Curcuma domestica itu juga dapat menjadi bahan untuk menambah nafsu makan ayam....
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img