Trubus.id— Pemilihan bahan dan konstruksi rumah tanam anggur membantu tanaman tumbuh optimal. Menurut Ketua Asosiasi Pegiat Anggur Indonesia (ASPAI), Tossan Aji, setiap pekebun memiliki model rumah tanam berbeda. Namun, ada sejumlah faktor yang harus diperhatikan.
Idealnya ukuran rumah tanam memiliki lebar 6 m, sedangkan panjangnya menyesuaikan ukuran lahan. Tinggi rumah tanam juga perlu diperhatikan. “Biasanya tinggi rumah tanam 4,2 m,” ujar Tossan.
Semakin tinggi rumah tanam semakin baik karena sirkulasi udara semakin lancar. Selanjutnya perhatikan arah bangunan. Tossan menuturkan, rumah tanam sebaiknya membentang dari utara ke selatan.
Tossan menjelaskan sebaiknya arah rumah tanam berlawanan dengan arah terbit dan terbenamnya matahari. Tujuannya agar sinar matahari masuk ke dalam rumah tanam secara merata. Pembangunan rumah tanam yang mengikuti arah sinar matahari mengakibatkan sebagian daun lebih rimbun.
Daun yang terlalu rimbun menghalangi sinar matahari masuk ke seluruh bagian tanaman. Akibatnya fotosintesis terganggu sehingga pertumbuhan tanaman kurang optimal.
Pekebun anggur di Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat, Indra Agustian menggunakan rumah tanam untuk tanaman anggur. Indra memilih rumah tanam berbahan baja ringan pada bagian atap. Adapun kerangka tiang menggunakan besi hollow.
Indra menggunakan model bangunan atap bertumpuk supaya sirkulasi udara lebih lancar. Ia membangun 3 rumah tanam berukuran 8 m x 27 m, 13 m x 15 m, dan 12 m x 16 m. Indra menanam beberapa jenis anggur seperti heliodor, akademik, beauty, dan crasotkha.
“Bagian penting dalam membangun rumah tanam anggur yakni memperhatikan arah angin,” ujar Indra. Sirkulasi udara yang cukup menghasilkan tanaman yang produktif.
