Friday, January 16, 2026

Modeling Budidaya Lobster di Batam Berhasil Tingkatkan Pendapatan Pembudidaya Kerang

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id – Program modeling budi daya lobster yang dikembangkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam menunjukkan hasil menggembirakan. Berkat kolaborasi dengan para pembudidaya kerang lokal, tidak hanya keberhasilan budi daya lobster yang tercapai, tetapi juga peningkatan signifikan pada pendapatan pembudidaya kerang.

“Pemilihan Batam sebagai lokasi pengembangan modeling ini bukanlah kebetulan. Batam memiliki potensi besar sebagai sumber pakan alami, yang merupakan salah satu faktor kunci dalam keberhasilan budi daya lobster,” ujar Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya, Tb Haeru Rahayu dalam siaran resmi KKP di Jakarta, Rabu (14/5).

KKP menggandeng kelompok pembudidaya kerang di Tanjung Uma, Batam, untuk menyuplai kebutuhan pakan alami lobster. Sebagai bentuk dukungan, KKP memberikan bantuan sarana dan prasarana berupa Keramba Jaring Apung (KJA). Bantuan ini terbukti efektif meningkatkan produksi kerang hijau hingga lima hingga enam kali lipat, yang berdampak langsung pada kesejahteraan pembudidaya.

“Hasil panen kerangnya selalu bagus, baik kerang hijau, maupun kerang kupang yang dulunya sering dibuang,” ungkap Tebe—sapaan akrab Tb Haeru Rahayu.

Ia menjelaskan bahwa kerang kupang memiliki karakteristik yang mirip dengan kerang cokelat yang telah lebih dulu dikembangkan oleh BPBL Lombok. Meski tidak dikonsumsi manusia, kedua jenis kerang itu memiliki kandungan nutrien tinggi dan sangat potensial sebagai pakan alami bagi lobster.

“Upaya ini, merupakan bagian dari strategi besar KKP untuk mendorong efisiensi dan keberlanjutan dalam budidaya lobster nasional. Dengan memanfaatkan potensi lokal seperti kerang kupang maupun kerang coklat,” lanjut Tebe dilansir pada laman KKP.

Plt. Kepala BPBL Batam, Ipong Adi Guna, menambahkan bahwa letak Batam yang strategis, dekat dengan pasar ekspor seperti Singapura dan Malaysia, serta perairannya yang kaya nutrien, menjadikannya lokasi ideal untuk pengembangan budi daya lobster. Selama tujuh bulan masa pemeliharaan lobster di lokasi modeling, ketersediaan kerang sebagai pakan selalu terpenuhi.

“Alhamdulillah hasil panen kerangnya selalu bagus. Bantuan yang telah diberikan berupa KJA masing-masing berukuran 4 lubang KJA dengan luas 3 x 3 meter. Media pemeliharaan kerang berupa tali yang dibentang sebanyak 250 tali kerang per unit KJA, dikelola oleh 3 kelompok pembudidaya kerang,” jelas Ipong.

Rusli, salah satu pembudidaya kerang dari Tanjung Uma, mengakui dampak positif dari program tersebut. “Hasil panen kerang hijau kami meningkat sampai enam kali lipat dibanding sebelumnya,” ujarnya.

Keberhasilan program modeling ini juga mendukung visi besar Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, yang telah menetapkan lobster sebagai salah satu komoditas unggulan ekspor hasil perikanan. Melalui penguatan rantai pasok dan pemanfaatan potensi lokal, program modeling di Batam menjadi langkah konkret untuk meningkatkan produksi lobster nasional.

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img