Thursday, December 8, 2022

Muka-muka Baru Pingpong

Rekomendasi

Rasa kaget Ratih pun dialami oleh suaminya, Prakoso Heryono, beberapa hari sebelumnya. Ketika itu beberapa tanaman pingpong asal biji berbuah pada umur 1,5—2 tahun. Lazimnya, lengkeng asal biji berbuah saat berumur belasan tahun.

Menurut Prakoso, ia tak sengaja menanam lengkeng dari biji. “Saya tanam biji lengkeng untuk batang bawah,” ujarnya. Beberapa di antaranya terlambat dijadikan batang bawah karena stok masih tersedia. Pada saat berumur 1,5—2 tahun itulah terjadi keanehan pada pingpong. Bunga mulai bermekaran dan tak lama kemudian muncul buah yang berbeda dengan pingpong “asli”. Ia betul-betul tak menduga, perbedaan daun—yang lebih besar dan lebih kecil ketimbang pingpong asli—bermuara pada perbedaan kualitas buah.

Luar biasa Keanehan pingpong asal biji di kebun Prakoso yang genjah dan bervariasi itu menarik perhatian Dr Moh Reza Tirtawinata MS, pakar buah di Bogor. “Itu luar biasa. Jarang sekali tanaman asal biji berbuah cepat. Apalagi dari variasi itu banyak muncul sifat unggul,” katanya. Menurut Reza, pingpong yang berbuah genjah itu menjadi kabar baik buat para peneliti. Ia menduga dengan riset yang tidak terlalu rumit bakal muncul lengkeng super asal pingpong, 2—3 tahun mendatang. Lengkeng super ialah lengkeng yang diimpikan pekebun selama ini: manis, kering, berdaging tebal, dan berbiji kecil.

Pendapat Reza pun diamini oleh Ir Wijaya, pemilik nurseri Mitra Cipaku di Bogor. Menurutnya, tanaman asal biji yang berbuah genjah memang mungkin terjadi. Artinya, secara genetik periode pertumbuhan dan perkembangan pingpong lebih cepat ketimbang jenis lengkeng lain. Secara sederhana pertumbuhan dan perkembangan tanaman terbagi menjadi 4 fase: berkecambah, muda, remaja, dan dewasa. “Masa muda pingpong sempit sehingga cepat berbuah,” ujarnya.

Menurut Wijaya, pingpong asal biji yang menyerbuk silang bisa dimanipulasi agar banyak menghasilkan keturunan yang sifatnya lebih baik. Syaratnya, lengkeng-lengkeng lain yang tumbuh di sekitar pingpong asal biji harus lengkeng unggul. “Penyimpangan pasti bergerak ke arah yang kita inginkan. Kemungkinan besar mereka saling melengkapi keunggulan masing-masing,” kata mantan peneliti di Kebun Percobaan Buah-buahan, Cipaku, Bogor itu.

Umur 16 tahun

 

Sebetulnya, kasus munculnya varian-varian lengkeng yang bersifat genjah telah ada di Indonesia sejak 1998—1999. Yang mengamati hal itu ialah Sukobudi Prayogo, hobiis buah, yang juga sahabat Prakoso Heryono. Ia menanam pingpong asal biji yang diboyong langsung dari Vietnam 16 tahun silam. Dari pohon pertama yang mulai berbuah pada umur 2 tahun itulah sumber benih pingpong didapat. Dalam rentang waktu 1992—1998 telah ditanam puluhan ribu biji. Dari sanalah muncul variasi.

Menurut Budi, dari puluhan ribu itu hanya 3 yang mempunyai karakter unggul. Meski begitu, akhirnya hanya 2 yang dipertahankan. “Yang satu dicoret karena daging tipis dan buah kecil. Padahal, buahnya lebat,” kata mantan manajer pemasaran di sebuah perusahaan ekspor itu. Ribuan tanaman lain yang bersifat jelek langsung dimusnahkan agar tidak mengkontaminasi tanaman bersifat unggul.

Kedua jenis varian lengkeng yang unggul itulah yang kini diperbanyak oleh Budi. Dari sebuah diskusi dengan Reza dan Prakoso, ia menamakan 2 lengkeng itu sebagai pingpong suko dan pingpong butho. Nama suko diambil dari namanya Sukobudi. Dalam bahasa Jawa suko berarti senang.

Suko dan butho

Suko lebih bandel ketimbang jenis lengkeng lain. Dari pengamatan Budi, masa berbuah suko lebih cepat ketimbang 3 jenis varian pingpong lain. “Kadang-kadang belum 8 bulan sudah belajar berbuah,” ujarnya. Daging pingpong suko kering, tebal, dan produktivitas tinggi. Kulit buah pingpong suko tidak ada semburat merah. Ketika muda berwarna hijau dan langsung berwarna cokelat saat setengah matang. Pada umumnya pingpong ada semburat merah.

Yang kedua, disebut pingpong butho karena sosoknya besar (butho=raksasa, bahasa Jawa, red). Biji buah besar sama seperti pingpong pada umumnya. Namun, karena sosok buah lebih besar 5—10%, maka daging buah pun lebih tebal. “Makan 10 buah pun sudah kenyang,” ujar Budi. Kulit butho menarik karena hijaunya ada semburat merah. Namun, buah matang cenderung putih, tidak cokelat seperti lazimnya lengkeng.

Menurut Budi, karena berukuran lebih besar, buah pingpong butho mudah terlepas dari tangkai buah. Toh, itu bisa dimanipulasi dengan pemberian kalium dan kalsium lebih banyak. Kelebihan lain, sosok besar itu tetap kentara walau ditanam di dalam pot. Pada beberapa buah yang ditanam di tanah ukuran butho hampir setara dengan bola golf.

Anda penasaran dengan varian-varian pingpong? Bersabarlah, pingpong-pingpong di kebun Prakoso dan Budi tengah dievaluasi keunggulannya. Menurut Reza hanya yang benar-benar unggullah yang bakal direkomendasikan untuk dikebunkan. Cara lain pun bisa ditempuh, jangan buang biji pingpong yang Anda miliki. Tanamlah dan amati varian yang muncul. (Destika Cahyana/Peliput: Evy Syariefa)

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Lengkap! Budidaya Cacing Sutra Sistem Apartemen Hemat Tempat dan Air

Trubus.id — Peningkatan tren ikan hias diikuti dengan permintaan pakan tinggi. Cacing sutra menjadi salah satu pakan ikan hias...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img