Tuesday, November 29, 2022

Naga Turun ke Bumi

Rekomendasi

‘Sejak setahun belakangan permintaan buah naga meningkat,’ tutur Ningsih, staf pemasaran JSN. Sekadar menyebut contoh, salah satu pasar swalayan langganan di Jakarta semula meminta pasokan 5 ton per minggu, kini butuh 10 ton per minggu. Permintaan rata-rata toko buah dan pasar swalayan di Surabaya 5 ton per minggu. ‘Itu pun baru bisa dipenuhi 3 ton per minggu pada panen raya,’ lanjut Ningsih. Kondisi serupa dialami PT WAL Farm & Nursery di Jombang.

Melonjaknya permintaan konsumen, juga tergambar di pasar swalayan Hokky dan Papaya, Surabaya. Sejak Februari 2007, setiap hari rata-rata 100-150 kg buah naga terjual di Hokky. Padahal, penjualan pada 2006 tak sampai separuhnya. Pada 2003-awal menjajakan buah naga-malah hanya 30 kg per hari. ‘Peningkatan pada tahun ini terutama sejak Imlek,’ kata Haryanto, staf Bagian Buah Impor. Saat itu, selama seminggu sebelum dan sesudah Imlek, serapan buah naga 300-500 kg per hari. Bahkan pada bulan-bulan berikutnya permintaan tetap ajek tinggi. Dibanding tahun lalu, di pasar swalayan Papaya terjadi kenaikan permintaan dari 20-30 kg menjadi 50 kg per hari.

Kondisi serupa terjadi di toko-toko buah di Jakarta. Yos Sutikno, importir dan pemasok buah, menggambarkan kini rata-rata permintaan yang masuk 1-2 ton per hari. Pada Februari 2007, pertama kali Sutikno mengimpor, permintaan hanya 0,5 ton per hari.

Buah sehat

Mencuatnya isu manfaat kesehatan buah anggota famili kaktus-kaktusan itu diduga salah satu pemicu kenaikan permintaan. ‘Banyak konsumen bercerita, sejak mengkonsumsi buah naga, buang air besar tidak pernah lagi jadi masalah,’ tutur Kandar, staf Bagian Produksi JSN. Seorang pelanggan di pasar swalayan Hokky yang menderita gula darah merasa aman menyantap pitaya. Menurutnya, meski buah naga bercitarasa manis asam segar, kadar gula dalam darah tetap stabil, tidak naik seperti bila mengkonsumsi buah manis lain.

‘Kami punya 4 pelanggan tetap yang setiap minggu menghabiskan Rp1-juta untuk memborong 30-50 buah naga,’ kata Haryanto. Dari penelusuran Trubus di beberapa referensi, disebutkan buah naga bermanfaat sebagai penyeimbang gula darah, pencegah kanker usus, pelindung kesehatan mulut, penurun kolesterol, obat keputihan, dan memperlancar buang air besar (baca: Buah Lezat Berkhasiat Obat, halaman 116-117).

Musabab lain, harga strawberry pear itu kian terjangkau. Pada 2005, harga buah naga berdaging putih Hylocereus undatus rata-rata Rp25.000-Rp30.000, sekarang Rp10.000-Rp15.000 per kg. Harga pitaya berdaging merah Hylocereus costaricencis berkisar Rp40.000-Rp50.000 pada 2005, kini Rp30.000-Rp40.000 per kg. Penurunan harga terjadi lantaran kian derasnya buah naga impor.

Itu dibarengi dengan produksi kebun di tanahair yang terus naik. Misal WAL hanya memanen 12 ton Hylocereus costaricensis pada 2003-2004. Jumlah itu naik jadi 20 ton pada 2006 dan 26 ton pada 2007. Djoko Raino Sigit, pekebun di Klaten hanya mendapat 40 ton buah Hylocereus undatus pada 2006 dari lahan seluas 14 ha. Pada 2007 jumlah panen naik hingga 160 ton. Maklum buah naga yang rata-rata ditanam pada awal 2000-an mulai berproduksi optimal. Di JSN, setiap tiang berisi 4 tanaman dipetik 20-30 buah pada 2007. Pada 2006 hanya 15-20 buah. Sementara periode 2003-2004, 3-5 buah per tiang.

Pantas huo long guo kini mudah ditemukan di pedagang kakilima. Bahkan dijajakan di angkutan umum seperti kerata api. Menurut Yos Sutikno, pitaya-pitaya itu berasal dari impor. Sementara buah-buah hasil panen pekebun lokal masih mengisi pasar swalayan dan toko-toko buah.

Kebun baru

Tak hanya volume produksi yang meningkat, kualitas buah pun semakin baik. ‘Secara kualitas, buah yang dihasilkan pekebun lokal setara buah impor,’ kata Haryanto. Warna kulit buah cerah dan mulus, buah pun matang pohon sehingga lebih manis. Bobot rata-rata buah yang masuk ke Hokky 0,5-1 kg dengan kulit merah cerah. Sementara buah naga asal Vietnam seperti yang Trubus lihat di gerai Hokky kulitnya kehijauan.

Namun, Vonny S, staf pemasaran Papaya, menemukan hal sebaliknya. Buah naga lokal ukurannya lebih kecil, bobot rata-rata 300-400 g per buah. Pitaya yang diimpor dari Thailand di atas 500 g per buah. Toh, terlepas masalah kualitas, buah naga lokal dicari pasar.

Itu sebabnya para pekebun memperluas penanaman. Misal, JSN kini bermitra dengan 150 pekebun di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Setiap pekebun memiliki luasan penanaman minimal 1.000 m2. Sementara total populasi di kebun WAL ada 51.000 tanaman. Pada 2000, 500 tanaman.

Menurut Djoko Raino memang banyak kebun baru bermunculan. ‘Pada 2000 mungkin hanya saya yang main, sekarang penanaman meluas ke Jepara hingga Banjarnegara,’ katanya. Di Yogyakarta, ada Mayjen (Purn) Suyono yang intensif merawat 800 dragon fruit di lahan seluas 1.200 m2. Di Kendal, Budi Dharmawan mulai memanen perdana 15 ton pitaya pada Oktober 2006. Panen dari lahan 6 ha itu langsung diterima pasar swalayan di Semarang. Buah naga memang makin membumi. (Nesia Artdiyasa/Peliput: Kiki Rizkika)

 

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Robusta Rasa Kelapa

Trubus.id — “Kopi arabikanya enak.” Itulah yang kerap terucap dari para penikmat kopi ketika mencicipi kopi asal Desa Tamansari,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img