Wednesday, January 28, 2026

Napoleon Raih 4 Bendera Merah

Rekomendasi
- Advertisement -

Perawatan menjelang kontes kunci burung juara.

Frety, lovebird milik Barnas meraih juara kesatu di 4 kelas berbeda.
Frety, lovebird milik Barnas meraih juara kesatu di 4 kelas berbeda.

Di arena B lapangan Graha Telekomunikasi, Kompleks Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan, Banten, amat riuh. Para pawang burung berteriak memberikan semangat dan isyarat agar peliharaannya berkicau dan mengeluarkan penampilan terbaik. Para juri bergeming dan mengamati murai batu yang sedang memperdengarkan keelokan suaranya. Mereka tidak terpancing teriakan para joki dan pemilik burung.

Napoleon murai batu juara yang memiliki materi lagu yang lengkap.
Napoleon murai batu juara yang memiliki materi lagu yang lengkap.

Enam juri yang menilai selalu berpindah tempat untuk menilai gantangan demi gantangan. Para juri menilai setiap gantangan dengan teliti tanpa saling berkomunikasi. Akhirnya 4 dari 6 juri sepakat memberikan bendera merah untuk gantangan nomor 39. Murai batu bernama Napoleon menghuni gantangan itu. Burung milik Sien Ronny dan Herry P itu bersuara bagus dan unik. Selain itu materi lagu lengkap dengan isian manyar, serindit.

Ulat bambu

Barnas (bertopi) pemilik lovebird juara.
Barnas (bertopi) pemilik lovebird juara.

Nando dan Ujang yang merawat Napoleon memberi pakan 5 jangkrik setiap pagi dan sore. Namun, menjelang 7 hari lomba, mereka memberi 7 jangkrik setiap pagi dan sore. Adapun pada siang Napoleon mengonsumsi kroto. Mereka juga memandikan Napoleon 2 hari sekali. Dua hari menjelang lomba, Nando memandikan setiap hari dan menutup sekeliling sangkar. Pada hari perlombaan, Nando memberikan ulat bambu sebelum berlaga.

Anggota panitia kontes, Khatam.
Anggota panitia kontes, Khatam.

Dengan perawatan itu, penampilan Napoleon memuaskan dan memenangkan kelas murai batu tangerang raya pada kontes 28 Agustus 2016. Festival burung berkicau tingkat nasional bertajuk Piala Tangerang Raya Bersama Danrem 052/Wijayakrama itu diselenggarakan bersamaan perayaan ulang tahun Korem 052/WKR. Menurut anggota panitia penyelenggara, Khatam, acara itu baru pertama kali dan akan digelar rutin setiap tahun di lokasi sama.

Suasana kontes burung Tangerang Raya piala Danrem 032/WKR.
Suasana kontes burung Tangerang Raya piala Danrem 032/WKR.

Frety, lovebird milik Barnas dari Kota Depok, Provinsi Jawa Barat, juga memenangi perlombaan. Dengan penampilan apik Frety meraih nilai penuh dari juri, 6 buah bendera merah dari 6 juri. Barnas memandikan loverbird 1,5 tahun itu setiap hari. Setelah itu ia menjemurnya. Pakan pun hanya milet atau serealia yang memiliki bulir berukuran kecil. Barnas mengikutsertakan Frety di 7 kelas. Namun ia hanya memenangi 4 kelas.

Peserta yang hadir dalam acara itu mencapai 2.000 burung yang datang dari seluruh Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Semarang, Surakarta, Yogyakarta, Bandung, Cirebon, Samarinda, Lampung, dan Palembang. Panitia menyediakan 57 kelas untuk berbagai macam burung seperti murai batu, cucak hijau, anis merah, kenari, kacer, lovebird, pleci dan jalak suren. Yang istimewa dari lomba ini metode penilaian oleh juri.

Binder1.pdfKhatam menyebutnya “blok-dorong”. Saat penilaian oleh juri, area lomba atau tenda gantangan dibagi menjadi beberapa blok atau daerah. Dalam satu daerah hanya ada 1 orang juri yang bertugas menilai. Ketika penilaian selesai, pengawas lomba akan memberi tanda kepada juri untuk berpindah tempat ke blok lain secara bersamaan. Selama penilaian, juri tidak dapat menjalin komunikasi dan koordinasi dengan juri lain. Semua juri tetap dapat menilai semua peserta. “Hal itu untuk menjaga sportivitas penilaian,” Kata Khatam. (Muhammad Awaluddin)

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img