Saturday, August 13, 2022

Nenas Mini Nusa Tenggara

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Ukurannya memang mini dibandingkan jenis subang atau palembang. Bobotnya rata-rata 250—350 g, paling besar 400 g per buah. Nanas subang mencapai 2—3 kg per buah. Namun rasanya, ehm…manis sekali. Saking tingginya kadar gula, air nanas lengket di tangan. Nama madu yang disematkan pada Ananas comosus dari Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur, itu memang pantas disandang. Penampilannya pun menarik dengan bentuk silindris, kompak dari pangkal ke ujung buah. Kulit berwarna kuning keoranyean cerah dihiasi mahkota hijau nan segar. Mata di sekujur kulit berbaris rapi dan ke dalam. Saat dibelah terlihat daging buah kuning terang. Kadar air sedang sehingga meski sudah dibuka cukup lama, nanas tidak banjir. Aroma harum menggiurkan tercium kuat.

Adalah H Mustajab yang pertama kali memboyong dari Blitar, awal 1980-an. Mula-mula ia sekadar menanam untuk iseng-iseng. Ternyata nanas tumbuh bagus dan kualitas tidak berubah. Insting bisnis mantan pedagang buah itu berjalan. Si madu pun ditanam secara komersial. Dengan cepat nanas mini itu jadi primadona mengalahkan jenis lokal yang rasanya asam manis. Pekebun di sekitar kediaman Mustajab pun berbondong-bondong menanam. Apalagi pemasaran si madu nyaris tanpa kendala, mereka tinggal menyetor kepada pria asal Malang, Jawa Timur itu.

Tak melulu dijual segar, nanas madu diolah menjadi keripik. Buah dikupas, lantas tulang di bagian tengah dibuang. Setelah dipotong tipis, nanas dikeringkan dalam vacuum fryer. Rasa keripik tak kalah enak dengan buah segar: manis sedikit asam. Yang ini cocok buat oleh-oleh ke tempat jauh.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img