Wednesday, January 28, 2026

Noni Terbukti Bikin Langsing

Rekomendasi
- Advertisement -

 

Buat Eti kondisi itu sungguh mengganggu. Paling tidak, ‘Harus punya stok pakaian baru. Itu pun terkadang sulit dapat yang ukurannya pas,’ ujar ibu 3 anak itu. Kelahiran Sukabumi 6 Oktober 1963 itu lantas bertindak. Setiap hari selama 15 menit Eti lari pagi di lingkungan kompleks tempat tinggalnya di Bumi Kelapadua, Tangerang, Provinsi Banten. Selain itu ia ikut senam jantung sehat 2 kali sepekan: Kamis dan Ahad. Apa daya, bobot tubuh cuma turun sekilo selama 3 bulan.

Ia tahu supaya penurunan bobot tubuh signifikan, olahraga mesti dikombinasikan dengan perlakuan lain. Diet karbohidrat dan lemak, akupuntur, serta minum ramuan herbal atau obat-obatan medis dan suplemen di antaranya. Jika ingin instan-tapi mahal-pakai cara pembedahan, sedot lemak, atau body wrapping. Eti kepingin mencoba ramuan herbal yang didapatnya dari sebuah literatur: paduan mengkudu, daun kemuning, dan rimpang temugiring.

Menurut Maria Margaretha Andjarwati, herbalis di Kelapagading, Jakarta Utara, mengkudu memang lazim digunakan sebagai pelangsing. Andjarwati biasanya meresepkan dengan kombinasi jati belanda. Dosisnya 2 kapsul mengkudu sebanyak 3 kali sehari ditambah 2 gelas teh jati belanda setiap pagi dan sore. ‘Tapi karena belum ada kajian ilmiah yang membuktikan khasiatnya jadi saya belum coba,’ kata Eti.

Sebulan Rp1,5-juta

Lektor kepala di Universitas Negeri Jakarta itu lantas membawa informasi yang didapat dari literatur itu pada dosen pembimbing saat mengajukan proposal penelitian untuk program pascasarjana Ilmu Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga di Institut Pertanian Bogor pada 2002. Ia mafhum benar kegemukan jadi masalah buat banyak orang. Dan terapi menuju langsing itu mahal: secara harfiah-rupiah yang dikeluarkan-maupun kiasan: waktu dan kesabaran menjalani terapi.

Ini sekadar ilustrasi. Andai seorang penderita obesitas memilih jalan menuju langsing dengan cara berkonsultasi pada dokter spesialis. Maka pada pertemuan pertama saja ia mesti siap-siap mengeluarkan setidaknya Rp1-juta untuk menjalani sebuah tes serta biaya obat-obatan dan suplemen pendukung-misal susu yang membuat pasien kenyang tanpa mesti banyak makan. Body composition analysis memeriksa kadar lemak, otot, dan bobot penderita. Dari situ dokter memutuskan obat-obatan dan cara terbaik atasi obesitas.

Seminggu pascakedatangan pertama, pasien melakukan kontrol. Kali ini kocek yang dirogoh tidak terlalu dalam, ‘hanya’ sekitar Rp750.000 untuk menebus obat-obatan dan suplemen. Kontrol per minggu berulang hingga total 1 bulan. Kontrol berikutnya cukup 2 minggu sekali dengan biaya Rp750.000 sekali datang atau Rp1,5-juta per bulan.

Pasien mesti mengimbangi asupan obat dan suplemen dengan olahraga yang membakar lemak. Misal berenang atau mengayuh sepeda statis.

Sebuah sepeda statis harganya sekitar Rp5-juta. Hasilnya memang sebanding: 3 bulan menjalani terapi penurunan bobot signifikan: 10-15 kg. Pasien bisa juga memilih jalan lain yang jauh lebih cepat, tapi biaya yang dikeluarkan pasti lebih mahal lagi. Makanya herbal menjadi sebuah alternatif.

Penghancur lemak

Dalam penelitiannya, Eti meminta bantuan tikus putih betina strain wistar. Jumlahnya 25 ekor yang pascaperlakuan penggemukan bobotnya menjadi 292-298 g per ekor. Atau 20% lebih berat daripada bobot ideal. Itu kurang lebih menggambarkan obesitas seperti yang didefinisikan oleh V Hegarti dalam Nutrition, Food, and Environment, dari Michigan State University, Amerika Serikat.

Tikus-tikus itu dikelompokkan dalam 5 grup. Kelompok pertama tanpa perlakuan-kelompok kontrol. Kelompok 2 diberi ramuan mengkudu Morinda citrifolia, daun kemuning Murraya paniculata, dan temugiring Curcuma heyneana. Sementara kelompok 3, 4, dan 5 masing-masing mendapat asupan ekstrak mengkudu, ekstrak daun kemuning, dan ekstrak rimpang temugiring.

Dosis pemberian 1,5 ml per ekor sekali sehari sebelum makan. Tujuannya supaya pengaruh ramuan lebih efektif. Seminggu sekali selama 5 minggu, bobot tikus ditimbang. Data pada akhir penelitian menunjukkan, semua perlakuan efektif menurunkan bobot tubuh. Penurunan bobot paling signifikan terjadi pada kelompok yang meminum ramuan kombinasi mengkudu, daun kemuning, dan temugiring. Kelompok dengan perlakuan ekstrak mengkudu di tempat ke-2. Lalu diikuti kelompok dengan asupan ekstrak temugiring dan daun kemuning.

Mengkudu, daun kemuning, dan rimpang temugiring mampu menurunkan bobot badan karena mengandung senyawa-senyawa yang bisa menghancurkan lemak tubuh, mengurangi nafsu makan, dan memberikan efek diuretik,’ tutur Dra Emma S Wirakusumah, MSc, ahli gizi dari Institut Pertanian Bogor.

Buah noni kaya asam kapril dan xeronine. Asam kapril mencegah pembentukan low density lipoprotein (LDL) alias lemak jahat yang paling banyak mengangkut kolesterol ke dalam darah. Kadar LDL tinggi menyebabkan penumpukan lemak di arteri. Jika pembentukan LDL terhambat artinya penumpukan kolesterol terhindari bahkan jumlahnya menurun. Asam kapril juga ada pada daun kemuning.

Selain itu kerabat jeruk itu juga mengandung damar yang berkhasiat tonis. Maksudnya merangsang tubuh berfungsi lebih efektif. Ketika metabolisme tubuh baik, makanan dicerna menjadi tenaga langsung lebih lancar. Artinya tidak banyak lagi yang tersisa sebagai timbunan lemak sehingga tubuh jadi lebih langsing. Sementara pada temugiring terdapat tanin. Di dalam tubuh, tanin mengikat mineral dan mengganggu proses penyerapan Ca, Fe, dan Zn. Gangguan itu menyebabkan zat makanan tidak terpakai dalam proses pencernaan terbuang.

Aman

Menurut Emma efek mengurangi nafsu makan sangat berperan dalam mengontrol asupan makanan ke tubuh. ‘Prinsip utama penurunan bobot badan adalah mengurangi pasokan energi dan meningkatkan pengeluaran energi dalam tubuh,’ kata master dari Centre Michigan University, Amerika Serikat, itu. Ketika pasokan energi dari luar berkurang, tubuh mengambilnya dari cadangan lemak.

Hasil riset Eti juga menunjukkan konsumsi mengkudu, daun kemuning, dan temugiring dalam jangka panjang aman. Untuk pasien penderita obesitas, ketua program studi tatarias Universitas Negeri Jakarta itu menyarankan konsumsi ramuan itu 2 kali sehari sebelum makan. Caranya blender 50 g buah mengkudu mengkal, 25 g daun kemuning, dan 25 g rimpang temugiring dengan 100 g air matang. Air perasannya itulah yang diminum. ‘Jangan lupa olahraga dan jangan makan di atas pukul 5 sore,’ imbuh Eti. Ramuan terus diminum hingga bobot badan mencapai kondisi ideal. Setelah terbukti ampuh bikin langsing, saatnya kini mencoba ramuan mengkudu, daun kemuning, dan temugiring. (Evy Syariefa/Peliput: Ari Chaidir)

Dra Eti Herawati MSi, herbal alternatif aman menuju langsing

Mengkudu, daun kemuning, dan temugiring terbukti mengatasi obesitas

Jati belanda banyak digunakan herbalis untuk atasi masalah bobot badan

Jalan Menuju Langsing

Akupuntur

Akupuntur pada telinga mengontrol nafsu makan

Harus dikombinasikan dengan diet rendah lemak dan kalori

Penurunan bobot butuh waktu relatif lama

Obat-obatan medis dan suplemen

Mengontrol nafsu makan, mencegah rasa lapar, bersifat diuretik

Cepat tapi mahal

Ramuan herbal

Berperan meluruhkan lemak, mengontrol nafsu makan, dan bersifat diuretik

Penurunan bobot butuh waktu relatif lama

Diet karbohidrat dan lemak

Mengurangi asupan kalori sehingga kebutuhan kalori diambil dari lemak tubuh

Kebutuhan gizi lain harus tetap terpenuhi

Olahraga

Mesti berkesinambungan dalam jangka panjang

Pilih yang banyak menguras tenaga

Menguatkan otot dan tulang, sehingga aliran darah ke seluruh tubuh lebih lancar, serta melancarkan organ-organ lain sehingga meningkatkan ketahanan dan kesehatan tubuh

Pembedahan

Memotong sebagian usus kecil sehingga meski pasien punya kebiasaan makan berlebih, jumlah yang diserap tubuh sedikit

Membuang lemak atau selulit

Cepat tapi mahal

Body wrapping

Tubuh dibungkus semacam krim sehingga seperti diselimuti plastik

Cepat tapi mahal

)* Diolah dari berbagai sumber

 

 

Supaya Nikmat di Lidah

Baru saja mencecap jus mengkudu, Ike Lestari langsung memuntahkannya karena masam dan berbau tidak sedap. Hanya karena rasa dan aroma, ia gagal memperoleh khasiat buah kaya antioksidan itu untuk menjaga kebugaran tubuh. Padahal, jika diolah benar mengkudu lezat di lidah dan sedap di hidung.

Aroma tak sedap dan rasa asam menjadi penghalang untuk mengkonsumsi buah noni alias mengkudu. Padahal asam askorbat, kaproat, dan kaprik-penyebab aroma itu-justru bermanfaat untuk kesehatan. Asam askorbat merupakan antioksidan, sedangkan kedua asam yang disebut terakhir berguna sebagai antibiotik alami.

Menurut Lina Mardiana, herbalis di Yogyakarta, untuk mengurangi aroma menyengat ditambahkan daun jeruk purut. Untuk sekali minum, Lina mengolah 3-5 buah matang. Ukuran buah sedang, atau berbobot 200 g. Ia mencuci buah itu sampai bersih, lalu memblender bersama 2 lembar daun jeruk purut hingga menjadi jus.

Menurut Dr Meika Syahbana Rusli, ahli teknologi kimia di Bogor, Jawa Barat, daun jeruk purut mengandung minyak asiri beraroma wangi. Kandungan daun Citrus hystrix itu 14% sabinine dan 15% limonene. Lina lalu menyaring olahan mengkudu itu hingga terpisah antara sari buah dan ampas padat. Untuk mengatasi rasa asam, ia menambahkan 1 sendok makan gula merah atau madu.

Lokasi tumbuh

Sebelum mengolah, pastikan lokasi tumbuh pohon mengkudu di daerah bebas polutan. ‘Jika pohon tumbuh dekat aliran limbah pabrik, sebaiknya jangan diolah,’ kata Endjo Djauhariya, peneliti di Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik. Demikian juga pohon di tepi jalan raya yang ramai lalulintas. Sebab, pohon anggota famili Rubiaceae itu penyerap polutan yang andal.

Buah mengkudu siap olah jika kulit berwarna putih, tanpa semburat hijau. Itu kira-kira berumur 2 bulan setelah munculnya bunga. Dari 20-an spesies mengkudu yang dapat dikonsumsi, jenis mengkudu bogor Morinda citrifolia paling lazim dikonsumsi. Ciri khas mengkudu bogor berbentuk bulat lonjong, panjang buah kira-kira 5-10 cm, dan bertangkai pendek.

Bila Lina Mardiana mengolah mengkudu matang, Maria Margaretha Andjarwati justru mengolah mengkudu mengkal. Herbalis di Kelapagading, Jakarta Utara, memilih buah mengkal karena aroma tak terlampau kuat. Sebelum diolah buah mengkudu dikukus selama 10 menit hingga lunak. Setelah itu barulah ia memisahkan biji dan daging buah. Ia lalu memblender daging buah yang telah dikukus itu dan menambahkan air rebusan daun jeruk purut dan daun pandanwangi. Air rebusan kedua dedaunan itu juga berfungsi mengurangi aroma tak sedap mengkudu.

Tak perlu khawatir dengan penambahan daun jeruk purut, pandan, madu, atau gula merah dalam pembuatan jus mengkudu. Karena, bahan-bahan itu hanya berfungsi untuk menambah citarasa tanpa menghilangkan khasiat mengkudu.

Simplisia

Selain diolah segar, mengkudu bisa dibuat simplisia atau olahan kering yang bisa digunakan sewaktu-waktu. Endjo Djauhariya mengatakan untuk membuat simplisia, gunakan mengkudu mengkal berwarna putih transparan. Bersihkan buah dan iris tipis-tipis setebal 0,5 cm. Potongan buah lalu dijemur dari pukul 08.00-11.00 selama 2-3 hari hingga kadar air mencapai 10-13%. ‘Saat penjemuran buah ditutup dengan kain. Tujuannya untuk mengurangi kerusakan bahan akibat paparan cahaya matahari,’ kata Endjo.

Bila menggunakan oven, bahan dikeringkan pada suhu 40OC selama 4 jam. Potongan buah kering itu dapat disimpan hingga 12 bulan sebagai cadangan bahan obat. Untuk memanfaatkannya, tinggal seduh simplisia dengan segelas air panas. Dengan pengolahan dan pemilihan buah yang tepat, mengkudu pun terasa nikmat di lidah sekaligus tanpa aroma menyengat. Bila tidak mau repot mengolah sendiri, di pasaran tersedia beragam olahan siap konsumsi berupa kapsul maupun jus mengkudu. (Ari chaidir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img