Wednesday, January 28, 2026

Obat Dewa dari Pakan Ulat Sutra Mampu Menyembuhkan Beragam Penyakit

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Daun murbei pakan ulat sutra di Jawa Tengah dikenal dengan nama besaran. Adapun di Sulawesi panggilannya gertu. Masyarakat Sumatra Selatan menyebutnya kitaoc, sedangkan di Lampung disebut kitau. Begitulah ragam sebutan yang disematkan pada murbei Morus sp oleh masyarakat Indonesia.

Daun murbei di semua tempat itu hanya dikenal sebagai pakan ulat sutra. Padahal, di Cina, ambatuah—sebutan murbei di Tanah Karo—juga dikenal sebagai obat dewa. Ia mampu menyembuhkan beragam penyakit.

Pekebun murbei banyak yang tak tahu khasiat anggota keluarga Moraceae itu. Musababnya, sejak 1948—ketika murbei diperkenalkan di Indonesia oleh orang Jepang—ia hanya disebut sebagai pakan ulat sutra Bombyx mori.

Padahal, murbei berkhasiat obat, mulai dari diabetes, darah tinggi, sampai hepatitis. Ketiga penyakit itu bisa diatasi dengan murbei. Ekstrak daunnya digunakan sebagai bahan pemutih kulit. Manfaat pohon murbei banyak dikupas literatur asing. Ia juga sudah digunakan industri kosmetik lokal.

Bukti lain adalah bagian daun, buah, dan batang murbei kaya beragam vitamin dan asam amino yang bermanfaat untuk tubuh. Ada beberapa resep penggunaan murbei sebagai obat.

Misalnya, resep untuk darah tinggi, sebanyak 15 gram daun murbei direbus dalam 2 gelas air selama 15 menit. Setelah dingin, disaring dan diminum 2 kali sehari, pagi dan sore. Sementara itu, untuk hepatitis kronis, buah murbei segar sebanyak 10 gram dicampur segelas air, lalu diblender. Hasilnya diminum sekaligus.

Tak hanya itu manfaat murbei. Beragam penyakit seperti bisul, luka digigit ular, jantung lemah, darah kotor, dan rematik bisa diobati. Bagi ibu menyusui, murbei pun lezat digunakan sebagai lalapan rebus. Daun murbei dapat meningkatkan jumlah air susu ibu (ASI) seperti layaknya daun katuk.

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img