Trubus.id — Kalau Anda pernah bersantap di rumah makan Sunda, salah satu menu yang ditawarkan pastilah kerecek oncom. Penganan itu berupa oncom hitam atau merah yang ditumis dengan leunca.
Paling enak disantap dengan lalap daun-daunan. Waktu masuk di mulut, lezatnya oncom diselingi dengan keletukan leunca yang sedikit pahit. Siapa nyana, di balik kelezatannya itu tersimpan obat luar biasa.
Hasil penelitian di Guangdong Cancer Research Centre, Provinsi Guangdong, Cina, leunca Solanum nigrum mengandung solasonine, solasodine, dan solanine. Senyawa itu penghambat pertumbuhan sel yang tak terkendali.
Pengobatan kanker payudara, kandungan, leher rahim, pencernaan, dan saluran pernapasan pun terbuka. Sebelumnya, tanaman yang dikenal di Tiongkok dengan nama longkui itu sudah dimanfaatkan sebagai antibiotik, diuretik, dan penurun demam.
Pengobatan dengan leunca via infus diuji terhadap 10 penderita kanker leher rahim di Guangdong Yizhou Hospital. Setiap pasien diberi injeksi sebanyak 3 ampul masing-masing 10 ml 2 kali sehari. Hasilnya, 70% pasien dinyatakan sembuh dengan bukti pemeriksaan ulang dengan foto scanning. Sisanya, membutuhkan gabungan dengan obat-obatan lain.
Infus leunca juga dapat dikombinasikan dengan buah makasar Brucea javanica. Efek samping yang timbul, mual, muntah, nafsu makan berkurang, banyak berurine, dan badan terasa lemas. Efek samping itu segera hilang setelah 3 hari atau dengan pemberian obat penetralisir seperti ginseng.
Penderita pun bisa mengolah sendiri obat dari tanaman perdu itu. Seluruh bagian tanaman dicuci bersih, lalu dijemur hingga kering. Ambil 30–40 gram dan masak dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Air seduhan diminum 3 kali sehari, masing-masing 1 gelas. Buat Anda yang sehat pun tak ada salahnya melakukan tindakan kuratif. Salah satunya, nikmatilah kerecek oncom dan leunca.
