Trubus.id — Bahan-bahan alami tradisional bisa menjadi ramuan untuk menurunkan kadar kolesterol tinggi. Hal ini sebagaimana riset yang dilakukan oleh Zuraida Zulkarnain dan rekan.
Peneliti di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Tawangmangu itu melibatkan 50 orang dalam risetnya. Subjek penelitian dipilih dengan kriteria berumur 25–60 tahun, pasien lama atau baru dengan diagnosis hiperkolesterolemia ringan (kolesterol total 200–239 mg/dl).
Penilaian objektif berdasarkan pemeriksaan laboratorium seperti darah rutin (hemoglobin, hematokrit, leukosit dan trombosit), fungsi hati (SGOT, SGPT) dan fungsi ginjal (ureum, kreatinin) yang dilakukan pada H-0, H-14 dan H-28.
Jenis bahan dan takaran
Zuraida dan rekan menggunakan beragam tanaman obat yang mudah didapatkan, antara lain 1 gram daun jati cina, 6 gram daun jati belanda, 6 gram daun tempuyung, 5 gram daun teh hijau, 5 gram rimpang temulawak, 4 gram rimpang kunyit, dan 3 gram herba meniran.
Cara pembuatan ramuan
Semua bahan berbentuk simplisia kering direbus dengan 800 ml air hingga mendidih. Setelah dingin, air yang telah direbus itu dibagi menjadi 2 gelas. Selanjutnya, subjek penelitian meminum rebusan itu pada pagi dan sore selama 28 hari, setengah jam sesudah makan.
Hasil pengamatan
Hasil pengamatan Zuraida menunjukkan gambaran darah rutin (hemoglobin, hematokrit, angka leukosit dan trombosit) berada dalam rentang nilai normal, baik pada H-0, H-14, dan H-28.
Demikian pula dengan nilai SGOT, SGPT, ureum dan kreatinin pada rentang waktu sama. Hasil penelitian menunjukkan ramuan menurunkan kadar kolesterol total dari 212,42 mg/dl menjadi 196,6 mg/dl selama 28 hari. Kadar kolesterol normal di bawah 200 mg/dl.
Bagaimana ramuan itu bisa menurunkan kolesterol? Secara sinergis ramuan menekan nafsu makan, mempersingkat waktu transit makanan di usus, menghambat aktivitas enzim lipase pankreas, dan meningkatkan metabolisme tubuh.
Selain itu, beragam herbal itu menghambat aktivitas enzim Acetyl CoA Carboxylase dan 3-hydroxy-3- methylglutaryl CoA reductase yang berperan dalam pembentukan sel lemak, meningkatkan eliminasi lemak dalam bentuk asam empedu, meningkatkan ekspresi cholesterol 7 α-hydroxylase, hemeoxygenase 1, reseptor low density lipoprotein (LDL), aktivasi dan enzim lecithincholesterol acyltransferase (LCAT).
Ada dua gejala klinis yang muncul saat minum ramuan jamu. Pertama peningkatan frekuensi buang air besar (BAB) pada 92% subjek. Kedua, rasa mulas saat BAB pada 34% subjek. Peningkatan frekuensi BAB disebabkan oleh komposisi daun jati cina dalam ramuan. Hal ini karena jati cina bersifat laksatif atau antikonstipasi.
