Trubus.id—Kondisi pertumbuhan padi di demplot Pupuk Organik Cair (POC) hasil kerjasama PT Trubus Swadaya dengan PT Mandraguna Pusaka Indonesia di Desa Ponre-ponre, Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan, menunjukkan perkembangan signifikan.
Petani setempat optimis hasil panen hingga 10 ton per hektare (ha). Hal itu disampaikan Ketua Kelompok Tani Sipakatuo, Desa Ponre-ponre, Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan, Harman.
Harman menuturkan perkembangan pertumbuhan padi setelah penyemprotan POC Trubus Mandraguna pada hari ke-15 pasca penanaman mulai menunjukkan hasil positif di hari ke-30.
“Kondisi tanaman padi terlihat bagus. Banyak anakan dan daunnya lebar-lebar,” tutur Harman pada (31/12/2023).
Bukan hanya itu, pertumbuhan padi yang sudah dilakukan penyemprotan POC juga terbilang relatif lebih cepat dibandingkan yang tidak disemprot POC. “Insya Allah bisa mencapai 10 ton per hektare,” tuturnya.
Harman baru pertama kali melakukan penyemprotan nutrisi dari Trubus yang bekerjasama dengan PT Mandraguna.
“Sebelum menggunakan nutrisi dari Trubus yang bekerjasama dengan Mandraguna, hasil panen dalam kondisi paling baik mampu memanen 5—7 ton per ha. Kalau cuaca kurang baik, hasil panen sekitar 1 ton per hektare saja,” ujar Harman.
Sementara itu, asisten lapang tim POC Trubus, Muhadir menuturkan bahwa kondisi pertumbuhan padi sesuai yang diharapkan. “Alhamdulillah, pertumbuhannya sangat bagus. Semoga perkembangan ini terus baik sampai proses panen nantinya,” katanya.
Lebih lanjut Muhadir menuturkan sebelum ditanam, bibit padi terlebih dahulu mendapatkan asupan nutrisi. Pada hari ke delapan dilakukan pemupukan Urea dan Ponska, pada hari ke-16 dilakukan penyemprotan nutrisi dari Trubus. Penyemprotan nutrisi pada padi berusia 30 hari setelah tanam (hst), 45 hst, dan 60 hst.
Lebih lanjut, Muhadir menuturkan, demplot yang menggunakan nutrisi dari Trubus baru pertama kali dilakukan di Pulau Sulawesi, tepatnya di Desa Ponre-ponre, Kabupaten Bone itu.
Nutrisi itu, memiliki keunggulan dalam hal membantu meningkatkan produktivitas pertanian dan hasil baik untuk kesehatan.
Adapun Kepala Dinas (Kadis) Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Bone, Andi Asman Sulaiman mendorong peningkatan produktivitas pertanian. Salah satu langkah strategis yang ditempuh Kadis Asman yakni dengan menggunakan pupuk organik cair dari Trubus yang yang bekerjasama dengan PT Mandraguna Pusaka Indonesia.
Sebagai daerah percontohan pemanfaatan nutrisi atau POC Trubus yang dikerjasamakan dengan PT Mandraguna Pusaka Indonesia digunakan oleh kelompok tani di Desa Ponre-ponre, Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone.
Kadis Asman menyampaikan, petani mesti serius menggarap sawah dan kebun supaya bisa menghasilkan hasil pertanian yang melimpah. Peningkatan hasil pertanian juga tidak lepas dari peran penting penyuluh pertanian.
“Kelompok tani harus satu pintu dengan penyuluh, bersama kepala desa, Babinsa dan Bhabinkamtibmas,” ujar Kadis Asman.
Ia berharap, pada lahan seluas 5 ha yang menjadi lokasi percontohan penggunaan POC Trubus bisa meningkatkan hasil produksi pertanian. “Semoga 1 ha bisa menghasilkan 10 ton,” katanya.
Direktur Marketing Trubus, Rudi Paeru mengungkapkan, pihaknya hadir untuk mengatasi permasalahan tanah pertanian yang sudah terkuras nutrisinya. Olehnya itu, penggunaan pupuk organik cair lebih ramah lingkungan serta hasil pertanian baik untuk kesehatan.
“POC yang kami bawa ini bukan berasal dari kotoran ternak, tetapi lemak hewan. Baik untuk tanaman. Kami bisa memproduksi sampai 500 ribu liter per bulan,” tutur Rudi.
Lebih lanjut ia menurutkan, bahwa tidak hanya produktivitas, tetapi mengejar kualitas beras yang dihasilkan. Nantinya hasil beras lebih putih.
“Padi hasil penggunaan POC Trubus yang bekerjasama dengan Mandraguna akan lebih rendah gula saat dikonsumsi. Bahkan penggunaannya mengurangi pemakaian pupuk kimia 70 persen,” ujar Rudi.
Pemilik PT Mandraguna Pusaka Indonesia, Muhammad Riyan menuturkan bahwa penggunaan POC ini nantinya akan memperbesar dan memperbanyak bulir padi.
“Penyemprotannya dilaksanakan sesuai fase pertumbuhan sesuai prosedur misalnya hari ke-7, lalu hari ke-14 untuk anakan, hari ke-30 untuk pertumbuhan, hari ke-45 pembesaran, dan hari ke-60 pengisian bulir. Dengan penggunaan POC maka beras yang dihasilkan kadar residunya dan kadar gula rendah,” tutur Riyan.
