Penderita diabetes melitus tipe 2 cenderung berkulit kering dan bersisik. Pegagan manjur mengatasinya.

Trubus — Penderita diabetes melitus cenderung meningkat. Pada 2017 Kementerian Kesehatan mencatat jumlah penderita diabetes mencapai 10,3 juta jiwa. Namun, setahun berselang jumlahnya melonjak hingga 8,5%. Penyakit diabetes merupakan penyakit metabolik karena terganggunya kinerja insulin. Hampir 90% kasus diabetes merupakan tipe 2 (DMT2) tubuh tidak memproduksi insulin yang cukup untuk mengubah gula dalam darah menjadi energi.

Menurut Dr. dr. Lili Legiawati, Sp.KK(K) salah satu efek samping diabetes tipe 2 adalah gangguan kulit kering. Perempuan kelahiran 7 Juni1970 itu meneliti manfaat ekstrak pegagan untuk memperbaiki kulit kering pada penderita diebetes melitus tipe 2. “Kondisi itu sering tidak diperhatikan. Jangankan pasien, dokter saja kadang-kadang tidak sadar,” kata Lili saat sidang terbuka di Universitas Indonesia.
Kulit pecah
Kulit kering menyerupai sisik dan permukaan kasar bahkan pecah-pecah. Lili memanfaatkan tanaman pegagan Centella asiatica untuk mengatasi gangguan kulit kering. Dokter alumnus Universitas Indonesia itu melibatkan 159 pendeita diabetes melitus tipe 2 untuk membuktikan khasiat pegagan. Mereka mengonsumsi sebuah kapsul yang berisi 1.100 mg ekstrak pegagan. Frekuensi konsumsi 2 kali sehari selama 90 hari.
Selain itu mereka juga mengoleskan salep yang mengandung 1% daun pegagan di permukaan kulit. Pengolesan di seluruh permukaan kulit yang kering. Frekuensi pengolesan hanya dua kali sehari setiap kali usai mandi. Riset membuktikan, konsumsi kapsul dan pemberian salep ekstrak pegagan melembapkan kulit penderita diabetes melitus. Efek ekstrak pegagan muncul pada pasien berkadar gula darah yang sudah terkontrol. Penderita diabetes melitus harus menjaga kadar gula darah tetap normal.
Menurut Lili selama pasien mengonsumsi pegagan, tidak terjadi gangguan asam lambung dan fungsi hati. Artinya dosis dan konsentrasi ekstrak pegagan sesuai dengan kebutuhan. Penelitian terdahulu menunjukkan ekstrak pegagan dapat memberikan efek mual, tetapi tidak pada riset Lili. Pendeita diabetes melitus yang mengonsumsi pegagan tidak merasa mual.

Kulit penderita diabetes yang semula kering sampai terlihat sisik kembali normal setelah konsumsi kapsul dan aplikasi salep selama 3 bulan. Menurut guru besar Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, Prof. dr. Kusmarinah Bramono, Sp.KK(K), PhD, penelitian sebelumnya mengenai ekstrak pegagan terbukti mampu mengendalikan gen yang semula diam menjadi berekspresi membuat semacam saluran air untuk kelembapan kulit.
“Gangguan akibat diabetes melitus memang menyerang hingga saraf tepi yang mempengaruhi kelenjar keringat dan distribusi darah untuk permukaan kulit. Kadang-kadang penderita berasakan kesemutan atau baal,” kata Kusmarinah yang menjadi konsultan dermatologi infeksi tropik. Menurut Lili kulit pecah-pecah meningkatkan risiko masuknya bakteri. Akibatnya kulit menjadi luka dan terjadi infeksi. “Kondisi itu sangat kita hindari. Kalau makin parah bisa berakhir amputasi,” kata Lili.

Rawat kulit
Menurut Kusmarinah dokter terus memberikan edukasi perawatan kulit bagi penderita diabtes melitus dan semua lapisan masyarakat. Kusmarinah dan Lili menyarakan agar masyarakat menghindari penggunaan sabun yang mengandung busa terlalu banyak atau sabun antiseptik terlalu sering. Akibatnya lapisan minyak pada permukaan kulit dapat larut sehingga mengganggu kelembapan kulit.
Selain itu hindari kebiasaan mandi dengan air panas untuk mencegah kulit kering. Apalagi mandi dengan air yang mengandung belerang. Penggunaan calir atau lotion pelembap kulit sebaiknya segera setelah mandi. Pilih jenis calir yang cocok dan sesuai dengan kebutuhan kulit. Beragam upaya itu untuk merawat kulit tetap segar tanpa kering.
Pegagan bukan tanaman asing bagi masyarakat Indonesia. Selama ini masyarakat memanfaatkan pegagan Centella asiatica untuk mengatasi berbagai permasalahan kulit. Dokter sekaligus herbalis di Tangerang Selatan, dr. Prapti Utami, M.Si., meresepkan pegagan untuk menyembuhkan luka, flu, dan batuk, menjaga tekanan darah, serta meningkatkan kualitas tidur. Kandungan senyawa aktif daun pegagan antara lain triterpenoid, alkaloid, dan flavonoid. (Hanna Tri Puspa Borneo Hutagaol)
