Sunday, May 19, 2024

Pekebun di Kabupaten Cianjur Hasilkan Pepaya Premium dari Budidaya Intensif

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Pepaya premium diminati pasar. Cirinya bentuk lonjong mirip peluru, kulit buah kuning mulus, dan warna daging buah merah dengan biji hitam. Ciri lain tingkat kemanisan daging buah 12—14obriks.

Pekebun di Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, Siska Mulyani sukses budidaya pepaya premium itu. Siska memanen 5—10 ton pepaya calina seharga Rp9.000 per kg setiap pekan.

Mayoritas pepaya di kebun Siska masuk kategori premium. Pasalnya 70% hasil panen menembus pasar modern di Provinsi DKI Jakarta.

Untuk menghasilkan pepaya premium maka pekebun harus peduli pada kebutuhan tanaman, terutama pemupukan dan penyemprotan pestisida. Selain itu waktu panen buah harus tepat.

Menurut Siska panen buah muda menurunkan kualitas buah. Cita rasa daging buah kurang manis bahkan hambar. Warna daging buah pun jingga pucat.

Selain itu, ketersedian air juga penting untuk budidaya pepaya. Musababnya kekurangan air dapat menyebabkan bunga berguguran. Tangkai buah kecil dan kering.

Pemilik  Mulya Farm itu membangun lubang penampung air untuk menjaga pasokan air sekaligus mempermudah penyiraman. Ukuran lubang 2 m x 1 m x 1 m. Setiap 4 bedeng tanaman terdapat 1 lubang penampung air.

Siska menyiram tanaman dua hari sekali saat musim kemarau. Saat musim hujan penyiraman sekali sepekan. Selain menjaga kebutuhan air, ia juga mengatur kebutuhan nutrisi tanaman. Berikut tahapan pemupukan untuk pepaya premium ala Siska.

Siska Mulyani berkebun pepaya calina berkualitas prima. (Trubus/ Intan Dwi Novitasari)

Budidaya Pepaya Premium

  1. Pada saat olah lahan, taburkan  20 kg kotoran kambing terfermentasi di setiap lubang tanam. Tabur kembali 10 kg pupuk alami itu per tanaman setiap 6 bulan.
  2. Saat tanaman berumur 1 bulan campurkan 70 gram pupuk yang mengandung 46% nitrogen, 50 gram pupuk yang mengandung 36% fosfor, dan 50 gram pupuk dengan kandungan 60% kalium. Frekuensi pemupukan sekali pada saat tanaman berumur 1 bulan.
  3. Buat campuran 100 gram pupuk yang mengandung 46% nitrogen, 120 gram pupuk yang mengandung 36% fosfor, dan 100 gram pupuk dengan kandungan 60% kalium saat tanaman berumur 4 bulan.
  4. Saat tanaman berumur 7 bulan, Siska meningkatkan dosis kalium menjadi 150 gram. Sementara pupuk yang mengandung 36% fosfor sebanyak 100 gram dan 50 gram pupuk yang mengandung 46% nitrogen.

Tanaman berbuah saat berumur 8 bulan. Siska memanen buah dengan tingkat kematangan 5%. Tandanya terdapat semburat jingga pada kulit buah. Buah matang sempurna tanpa bantuan zat pematang buah.

Pepaya calina dari kebun Siska siap disantap 3—4 hari setelah panen. Selama panen buah, Siska tetap merawat tanaman. Ia melanjutkan pemupukan saat tanaman berumur 10 bulan.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Tiga Pilihan Mengolah Biji Ketumbar Praktis  

Trubus.id–Ketumbar berpotensi sebagai penurun gula darah. Hal itu sesuai peneliti di Laboratorium Farmakologi dan Toksikologi, Fakultas Farmasi Universitas Gadjah...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img