Thursday, June 13, 2024

Olah Sampah Perkotaan jadi Pupuk Kompos

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), volume timbunan sampah di DKI Jakarta mencapai 3,11 juta ton sepanjang 2022.  Sampah dari perkotaan amat potensial sebagai penghasil pupuk. Sayangnya, pengelolaannya masih belum optimal.

Menurut Guru Besar di Laboratorium Biologi Tanah, Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. Ir. Tualar Simarmata, M.S., sejatinya 10—20% sampah perkotaan itu berpeluang menjadi pupuk organik atau menjadi kompos.

Artinya ada potensi minimal produksi 300.000 ton pupuk organik per tahun dari DKI Jakarta saja. “Sampah anorganik lain bisa didaur ulang, diolah jadi briket hingga sumber pembangkit listrik,” kata Tualar.

Jika pengolahan sampah di kota-kota besar itu bisa lebih optimal lagi tentu bisa menjadi sarana alternatif pemenuhan pupuk untuk petani. “Hasil kompos itu dibagikan gratis saja kepada petani karena biaya pengolahan sampah itu biasanya sudah dibayar oleh masyarakat di perkotaan,” ujar Tualar.

Anda dapat mengolah sampah dapur misalnya menjadi kompos. Siapkan sampah organik 75 kg, arang sekam 25 kg, nutrisi 1 liter, air 200 liter, kapur dolomit ½ kg, garam 2 ons.

Cara pembuatan

  1. Cacah sampah rumah tangga menggunakan mesin crusher hingga berukuran 1—2 cm
  2. Tebar 25 kg arang sekam secara merata dengan ketebalan 3 cm.
  3. Tambahkan 75 kg sampah rumah tangga di atas arang sekam hingga ketebalan 5 cm.
  4. Larutkan 1 liter nutrisi dalam 200 liter air. Lalu semprotkan larutan nutrisi itu pada bahan kompos.
  5. Tabur ½ kg kapur dan 2 ons garam dan tutup dengan plastik.
  6. Buka plastik pada hari ke-5, aduk memakai cangkul, lalu siram dengan air. Lakukan hal itu pada hari ke-10.
  7. Panen kompos pada hari ke-21. Caranya saring kompos agar terhindar dari benda asing dan kemas sesuai kebutuhan.
- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024, Klaster Filantropi Lingkungan Hidup dan Konservasi  Gelar Tanam Pohon Serentak di 18 Provinsi

Trubus.id—Klaster Filantropi Lingkungan Hidup dan Konservasi (KFLHK) yakni Perhimpunan Filantropi Indonesia, Dompet Dhuafa, Belantara Foundation, Dompet Dhuafa Volunteer (DDV),...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img