Wednesday, April 29, 2026

Potensi Camilan dari Minyak Sawit Merah Membantu Mengatasi Tumor

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Minyak merah kelapa sawit mengandung betakaroten yang tinggi. Minyak sawit merah dapat menjadi camilan sehat.  Angga Rizqiawan, S.Gz., M.Si. meriset  subtitusi minyak merah kelapa sawit atau red palm oil (RPO) ke dalam kue kering dapat menjadi alternatif camilan yang sehat.

Magister Ilmu Gizi alumnus Institut Pertanian Bogor (IPB) itu menuturkan  RPO dipilih karena produksinya melimpah. Kini makin mudah menemukan minyak merah di market place. RPO itu hasil pemurnian minyak sawit kasar. 

Prosesnya tergolong minim yakni tanpa pemucatan atau pemutihan. Oleh karena itu, Angga memilih minyak sawit merah, karena dapat menjadi sumber vitamin A yang potensial dan kemurniannya masih terjaga.

Angga mengujikan kue kering minyak merah kelapa sawit itu secara klinis. Artinya pengujikan melibatkan manusia dengan sebelumnya telah melalui serangkaian pengujian skala laboratorium. Periset itu melibatkan 15 responden perempuan pada uji klinis.

Usia responden berkisar antara 22—52 tahun dengan kondisi terdapat tumor payudara stadium awal. Setiap responden mengonsumsi 60 gram atau sama dengan 6 keping kue kering sehari untuk dua kali konsumsi.

Kue kering terdiri atas campuran terigu, ragi, dan gula, susu, dan telur, lalu minyak sawit merah sebagai substitusi margarin. Pembuatan kue kering di Fitria Cookery Bogor.

“Dosis konsumsi sudah diperhitungkan dengan kandungan betakaroten yakni ± 5 mg per 60 gram,” ujar periset kelahiran 8 Mei 1993 itu.

Angga menuturkan dosis terlalu tinggi justru berbahaya untuk pasien kanker dan tumor karena memicu peningkatan radikal bebas. Radikal bebas merupakan molekul tidak stabil dan tidak berpasangan.

Radikal bebas terbentuk ketika terjadi proses oksidasi radikal bebas mencari pasangan dengan menempel pada sel sehat sehingga membahayakan penderita kanker.

Pengujian dilakukan selama 8 pekan. Selama pengujian, tingkat kepatuhan responden terbilang tinggi. Mereka disiplin mengonsumsi kue kering. Hasil pengujian menunjukkan, terjadi pengurangan ukuran tumor rata-rata ±3,5 mm.

Semua reponden menjalani tes darah pada awal dan akhir pengujian. Hasil tes darah menunjukkan aktivitas antioksidan minyak sawit merah mampu menurunkan stres oksidatif yang terjadi di dalam tubuh para penderita tumor dan kanker.

Dosen di  Departemen Gizi Masyarakat IPB, Prof. Dr. Ir. Sri Anna Marliyati, M.Si., mengatakan pemanfaatan RPO pada kue kering merupakan riset lanjutan dari rangkaian penelitian sebelumnya.

“Saya sebagai orang gizi memanfaatkan ke makanan. Mungkin bidang lain bisa memanfaatkan minyak sawit merah menjadi suplemen,” kata guru besar Gizi Masyarakat itu.

Menurut Anna penggunaan minyak sawit merah dapat dimanfaatkan untuk konsumsi sehari-hari. Namun, konsumen harus menyikapi perubahan rasa dan warna pada makanannya. Karena minyak sawit merah masih dalam wujud minyak.

Lebih lanjut ia menuturkan bahwa minyak sawit merah mudah rusak seperti terjadinya katalis akibat logam dan zat besi yang dapat mengkatalis betakaroten.

“Kalau sudah dalam bentuk produk konsumsi sebaiknya kemasan berbahan alumunium. Hindari penyimpanan dekat sinar matahari dan tutup rapat agar tidak kemasukan air atau udara yang mengakibatkan  oksidasi,” kata Anna.


Artikel Terbaru

Kemegahan Macfrut 2026: Pameran Buah dan Sayur Internasional Resmi Dibuka, Soroti Daya Saing dan Kemitraan Global

Pameran internasional rantai pasok buah dan sayuran, Macfrut 2026, akhirnya resmi membuka pintu untuk edisi ke-43. Berlokasi di Rimini...

More Articles Like This