Menjadi juara di kontes maskoki nasional bukan sebuah kebetulan. Perawatan rutin yang konsisten dan terukur sejak awal menjadi rahasia sukses maskoki juara.Salah satu kunci keberhasilan terletak pada penggunaan kolam berukuran besar. Ikan-ikan juara tersebut dipelihara di kolam berukuran 4 meter x 2 meter dengan kedalaman 1,5 meter.
Untuk ukuran maskoki, kolam itu tergolong jumbo. Ruang gerak yang luas membuat ikan aktif berenang sehingga pertumbuhan tulang lebih maksimal. Dampaknya, fisik maskoki terlihat padat, kekar, dan proporsional.
Kolam luar ruang itu dirancang menyerupai kolam koi dan dilengkapi sistem filtrasi memadai. Enam tabung filter digunakan untuk menjaga kualitas air. Dua tabung pertama berisi kapas untuk menyaring sisa pakan. Sementara tabung berikutnya diisi bioball yang membantu mengurai zat berbahaya seperti amonia menjadi nitrat.
Air sebelum kembali ke kolam melewati tiga lampu ultraviolet untuk menekan pertumbuhan alga dan bakteri merugikan. Kualitas air yang stabil terbukti berpengaruh besar terhadap kesehatan maskoki.
Perawatan rutin maskoki juga mencakup manajemen air. Setiap pagi dan sore dilakukan penambahan air 1–2% untuk membuang kotoran di permukaan. Seminggu sekali dilakukan penggantian 10% air menggunakan campuran air ledeng dan air asin dengan perbandingan 70:30 atau 60:40. Kandungan salinitas diyakini membantu pertumbuhan ikan.
Penelitian di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor, menunjukkan perlakuan salinitas 3 ppt memengaruhi kualitas maskoki. Ikan dengan perlakuan tersebut memiliki kondisi kesehatan lebih baik, nafsu makan meningkat, dan tubuh lebih besar. Disebutkan juga bahwa penambahan 0,5–1% garam dapat meningkatkan kelangsungan hidup serta menurunkan tingkat infeksi.
Pakan pun menjadi perhatian utama. Maskoki diberi pelet impor dengan jadwal teratur menggunakan timer sehingga dalam sehari ikan makan 10–12 kali. Setiap pagi ditambahkan tahu jepang rasa udang sebanyak 400 gram untuk membantu pencernaan sekaligus mendukung kualitas warna.
Penelitian dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran menunjukkan penambahan 10% tepung udang rebon pada pakan mampu meningkatkan nilai chroma hingga 25,97 setelah 40 hari, yang berarti warna kuning semakin kuat.
Dengan kolam luas, sistem filter optimal, manajemen air terjaga, serta pakan berkualitas, maskoki tumbuh sehat dan tampil prima di arena kontes. Perawatan rutin maskoki yang konsisten menjadi fondasi lahirnya ikan-ikan juara.
