
Trubus — Menurut petani tanaman hias di Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Mukti Setiawan, perbanyakan monstera menggunakan setek. Kriteria minimal tanaman sebagai bahan indukan telah memiliki 6 ruas atau 6 daun. Kurang dari itu produksi kurang optimal. Dari 1 tanaman induk rata-rata menghasilkan 4-5 stek. Dua bulan kemudian, akar mulai muncul.
Menurut Amuk—panggilan akrab Mukti Setiawan—idelanya petani memiliki 100 indukan agar perbanyakan optimal. “Untuk jenis premium 50 pot sudah sangat bagus,” katanya. Amuk menambahkan tempat produksi harus terpisah dari tempat pajang. Tujuannya mencegah menjual tanaman induk. Sekali perbanyakan dengan setek populasi bisa meningkat 4—5 kali lipat. Setelah itu petani harus menunggu 4—5 bulan agar tanaman kembali normal. Barulah 7 bulan setelah setek tanaman bisa kembali diperbanyak.
Menurut pehobi monstera di Jakarta, Pei Ling Suherman, setek muda monstera tidak bisa disiram terlalu sering. Sebab tanaman mudah busuk. “Paling sering 2 kali sehari,” katanya. Vera—panggilan akrab Pei Ling Suherman—menambahkan, penyiraman dengan teknik kabut lebih disarankan pada tanaman muda. Menyiram dengan tekanan air tinggi berisiko mematahkan batang tanaman karena masih muda. (Muhamad Fajar Ramadhan/Peliput: Tamara Yunike dan Andari Titisari)
