Trubus.id — Permintaan avokad miki cukup tinggi. Bisa dibilang avokad miki menjadi pilihan petani dan pasar. Menurut Vendi Tri Suseno, S.T.P., Manajer Pengembangan Bisnis PT Laris Manis Utama, kini avokad menjadi buah wajib. Posisinya setara dengan buah meja seperti melon dan semangka.
Menurut Vendi, PT Laris Manis Utama masih kekurangan sekitar 17 ton avokad per pekan dari total permintaan 20 ton.
Pasar menghendaki avokad yang memiliki kriteria berdaging seperti mentega, bobot seragam minimal 300 gram, kulit mulus tanpa cacat atau luka, serta cita rasanya terdapat sedikit manis.
Selain itu, Vendi menuturkan, pekebun harus mengetahui kriteria panen tepat sehingga setelah sampai di tangan konsumen buah avokad bisa matang sempurna. Pemilik katering sehat di Kota Bandung, Jawa Barat, John Gideon, berpendapat sama.
Pasalnya, konsumen menyenangi avokad yang tidak memerlukan pemeraman lama. Avokad miki memenuhi kriteria itu.
Menurut Dr. Mohamad Reza Tirtawinata, peneliti dan pemerhati avokad di Kota Bogor, Jawa Barat, secara umum ada 4 kriteria pangsa pasar avokad. Pertama, jenis avokad untuk industri yang menghendaki ukuran buah besar, produksi tinggi, dan edible portion atau daging buah banyak.
“Avokad untuk industri tidak terlalu menghendaki cita rasa istimewa karena akan dicampur dengan aneka bahan lain,” tutur Reza.
Kedua, jenis avokad untuk kebutuhan penyulingan atau minyak avokad. Ketiga, jenis avokad untuk batang bawah dalam perbanyakan tanaman. Jenis keempat merupakan avokad untuk buah meja. Kriterianya berbobot di bawah 400 gram dan cita rasa buah enak sehingga bisa dikonsumsi tanpa tambahan bahan lain.
“Ukuran ideal avokad untuk buah meja jangan terlalu besar agar bisa habis sekali konsumsi,” kata Reza.
