Wednesday, January 28, 2026

Peroksida Manjur Mengatasi Pythium Sp. Pada Tanaman Hidroponik

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Bayam paling rentan terserang Pythium sp., dibandingkan dengan tanaman hidroponik lain seperti kangkung, selada, dan caisim. Pertumbuhan akar bayam terhambat bila terserang Pythium sp. Tak lama berselang pangkal batang langsung rusak dengan warna kecokelatan.

Diah Setiawati dan Widi Septia di Kota Depok, Provinsi Jawa Barat mengatasi aral itu dengan  larutan peroksida (H2O2 ) 3%. Disebut peroksida karena memang digunakan sebagai pengoksidasi. “Bahannya murah serta mudah menggunakannya,” kata Diah. Namun, pekebun hidroponik wajib berhati-hati menggunakan peroksida lantaran menyebabkan tangan iritasi.

Musababnya di pasaran tersedia peroksida berkadar 35% dan 50% sehingga tergolong pekat. Pekebun mesti mengencerkan peroksida terlebih dahulu sebelum digunakan (lihat boks Meracik Peroksida).

“Tidak ada yang jual berkadar 3%. Namun, itu justru keuntungan karena dengan seliter peroksida kadar 35% dapat digunakan untuk ribuan tanaman,” kata Diah. Menurut Diah bagi pemain hidroponik, H2O2 yang digunakan mengendalikan Pythium sp., berfungsi dobel.

Pertama, peroksida menghancurkan tubuh Pythium sp. yang merupakan sel organik. Kedua, peroksida juga mengoksidasi sisa-sisa bahan organik berupa akar-akar yang terlarut pada air hidroponik.

Semua sudah mafhum, pada budidaya organik, sisa-sisa akar mati yang tertinggal menjadi tempat tumbuhnya beragam patogen termasuk Pythium sp. Berkat peroksida, kini patogen pembunuh itu tak lagi menyerang. Pemberian peroksida pada larutan hidroponik idealnya sebulan sekali.

Meracik Peroksida untuk Bayam Hidroponik

  1. Beli H2O2 dalam kemasan 1 liter di toko kimia. Pilih yang food grade 35%.
  2. Pastikan menggunakan sarung tangan untuk menghindari percikan H2O2.
  3. Untuk mendapatkan H2O2 kadar 3%, tambahkan 11 liter air. Dengan demikian volume larutan menjadi 12 liter H2O2 dengan kadar 3%.
  4. Kuras tandon air, ganti dengan air baru.
  5. Ambil larutan 3% sebanyak 750 ml untuk 1.000 liter air di tandon. Dengan demikian dari 1 liter H2O2 kadar 35% dapat digunakan untuk tandon 1.000 liter sebanyak 16 tandon.
  6.  Jalankan pompa sirkulasi selama 30—60 menit. Biarkan dengan tanamannya sekalian agar akar tercuci.
  7. Perlakuan selesai. Namun, perlakuan dapat dilanjutkan dengan memberikan tambahan nutrisi sesuai dosis yang dibutuhkan.***
Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img