Sunday, January 25, 2026

Persik Berduri

Rekomendasi
- Advertisement -

Kaktus pertama saya terima pada umur 15 tahun. Waktu itu saya baru lulus SMP. Meimei datang dari Selekta, Kota Batu, Jawa Timur, dan membawa bibit satu batang opuntia kecil. Opuntia adalah spesies kaktus paling umum. Bisa ditanam di mana saja. Ada yang buahnya bisa dimakan. Makanya disebut juga prickly pear – buah persik berduri.  Dalam bahasa Arab, kaktus disebut subbar artinya sabar.

Eka Budianta*
Eka Budianta*

Jadi ketika diberi kaktus, yang pertama terpikir adalah disuruh bersabar. Sabar dan sabar ya. Maklum belum tahu makna lain yang lebih mendalam, fungsi ekologis dan herbal, apa lagi nilai ekonominya. Lima puluh tahun berlalu. Saya masuk rumah jompo dan diajar bertanam kaktus. Instrukturnya, Yuni Rohayati, bilang kaktus juga mengisyaratkan harapan, ketabahan, bahkan ketulusan hati.

Lahan gersang
Ketika itu Rohayati bertutur, “Bertanam kaktus tidak perlu tempat luas. Cukup dengan pot kecil, ditaruh di jajaran rak, dirawat dengan tekun. Kalau sudah banyak dititipkan ke pasar swalayan untuk dijual.” Kaktus adalah tanaman hias paling bervariasi.  Harganya berkisar antara paling murah Rp5.000 sampai Rp20 juta satu pot.  Itu dapat dilihat dalam pameran flona tahunan.  Atau mengunjungi Istana Kaktus di Lembang, Jawa Barat.

Kaktus adalah bunga paling setia untuk segala bangsa.  Tak heran, Republik Meksiko memilihnya sebagai bendera, dengan ular dan elang di atasnya. Sejak tahun 2012 perdagangan kaktus marak melalui pesanan daring. Kaktus centong dibanderol Rp 35.000, sedangkan jenis-jenis kecil seperti siklam ungu, siklam merah, siklam dadu (merah muda), bintang hijau, rata-rata Rp26.000. Sekarang, lebih dari 1.700 macam kaktus mini dijual di berbagai pasar swalayan.

Bahkan benih kaktus impor dijual dalam amplop berkisar Rp45.000. Kalau tumbuh semua seharusnya menjadi 30 tanaman kaktus hias. Tingkat keberhasilannya 60 persen. Amerika Serikat, khususnya negara bagian Kalifornia, tetap merupakan produser dan eksportir kaktus terbesar dunia. Harap mafhum, kaktus memang tanaman pribumi negeri Abang Sam itu. Kaktus bisa tumbuh di tempat yang kering dan gersang.

Di gunung batu Rocky Mountains pun bisa tumbuh. Misalnya spesies Opuntia phaeacantha dan Opuntia polyacantha. Sejak 1788 bibit kaktus, kebanyakan Opuntia stricta, dari Brasil dibawa ke Australia. Awalnya untuk dikebunkan dan jadi pagar alamiah di tanah pertanian. Ada juga upaya membuat kaktus sebagai bahan industri pewarna. Namun, ternyata pertmbuhannyua cepat sekali dan berubah menjadi gulma.

Tirai kaktus
Dalam satu abad tak kurang 260.000 km² kawasan pertanian berubah menjadi Neraka Hijau yang menggusur para petani. Rimba kaktus merangsek dengan cepat, tumbuh meluas 4.000 km² dalam setahun dengan mencapai lebih dari 6 meter.  Pada 1919 pemerintah federal Australia membentuk Dewan Persemakmuran untuk mengatasi hama Persik Berduri.  Bagaimana caranya?

Ada tiga satwa pemangsa kaktus yang didatangkan secara alami. Satwa itu adalah bekicot khusus, kadal batu – iguana Cycura. Yang paling sukses ulat Cactoblastis cactorum.  Larva itu didatangkan dari Amerika selatan pada 1925 dan berhasil menahan meluasnya hutan kaktus, bahkan menjadi pahlawan. Meskipun begitu, pemanfaatan kaktus opuntia sebagai pagar tetap berlanjut. Pada 1961 pemerintah Kuba mengerahkan militernya untuk menanam pagar kaktus sepanjang 13 km mengitari pangkalan Angkatan Laut Amerika di Teluk Guantanamo.

Tujuannya untuk mencegah agar rakyat Kuba tidak lari membelot ke AS sebagai pengungsi.  Program itu terkenal sebagai “tirai kaktus” semacam “tirai bambu” di Asia timur. Nama kaktus  diambil dari bahasa Yunani, kaktos artinya tanaman liar. Berduri, sebagai pelindung agar batangnya dan buahnya tidak dimakan oleh pemangsa tumbuhan. Sekarang yang banyak dijual sebagai tanaman hias ada kaktus dagu Gymnocalycium yang dalam bahasa Yunani berarti kelopak telanjang.

Itu adalah semacam bantalan yang tidak berduri, tempat tumbuhnya bunga warna-warni. Ukurannya relatif kecil, antara 4 cm—15 cm, dengan bunga indah lebih dari 70 macam, warna-warni. Bentuknya yang imut-imut, mudah dipelihara, tidak menghasilkan sampah, itulah sumbangan keindahan kaktus.  Jangan lupa kaktus yang dewasa selalu tumbuh soliter, sendiri, dan mengisyaratkan berani menghadapi tantangan hidup.

Itulah nilai inspiratif dari kaktus.  Ketika banjir bunga melanda balai kota DKI Jakarta, kaktus termasuk yang dikirimkan untuk menyemangati gubernur.  MetroTV meliput ada dua pot kaktus karang, yang nilainya di atas Rp10-juta. Penerima bunga itu diharapkan tabah menghadapi berbagai tekanan. Tetapi yang lebih penting, kaktus termasuk tanaman sukulen yang menyimpan air.

Senyawa aktif

Golden barrel salah satu jenis kaktus. Kaktus merupakan tanaman hias yang berpotensi sebagai obat.
Golden barrel salah satu jenis kaktus. Kaktus merupakan tanaman hias yang berpotensi sebagai obat.

Meskipun berduri, 80 persen batang kaktus berisi air sehingga memberikan nuansa dingin.  Maka, ketika pemerintah Hongkong mewajibkan tiap orang memelihara tanaman, banyak yang memilih kaktus.  Sumber oksigen yang satu ini dapat tumbuh anggun di ruang sempit, rak buku, di meja tamu, bahkan di atas komputer. Manfaat herbal dan khasiat untuk pengobatan juga ada.

Mengonsumsi daun kaktus, diiris dan direbus maupun dibakar diyakini punya 17 manfaat.  Kaktus mengandung anti oksidan yang bisa menjaga sel tubuh agar tidak terjadi obesitas.  Ia juga mencegah diabetes mellitus.  Kandungan serat polisakarida yang melimpah membantu menyehatkan sistem kardiovaskular. Seperti lazimnya sayuran hijau, kaktus juga mengandung zat besi yang baik untuk meningkatkan produksi sel darah merah dan mencegah anemia.

Kandungan kalsiumnya menyehatkan tulang. Menurut penelitian pada 2007 kaktus mencegah tumbuhnya kanker usus besar, dan memperkuat fungsi hati. Konsumsi daun kaktus opuntia mungkin tidak umum di Indonesia.  Namun, di Meksiko dan kawasan Mediterania, khususnya Malta, daun kaktus termasuk menu tradisional. Baru buah naga yang mulai populer di sini. Itu termasuk keluarga kaktus juga.

Batang tanamanan sukulen yang disukai adalah aloevera alias lidah buaya. Tentu, nilai ekonominya sebagai tumbuhan pangan; tidak setinggi sebagai tanaman hias. Di kalangan pebisnis bunga, sampai kapan pun kaktus tetap menjadi primadona. Kaktus kecil mungil itu bisa menjadi teman, untuk tetap bertahan menghadapi berbagai tantangan. Jadi, kapan dan mengapa kita perlu mencintai kaktus pertama? ***

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img