Trubus.id – Kopi bukan sekadar minuman pengusir kantuk—ia menyimpan sejarah panjang dan fakta-fakta menarik di balik aroma dan rasanya. Salah satu jenis kopi yang paling banyak dikonsumsi di dunia adalah kopi robusta. Yuk, intip beberapa fakta unik tentang kopi ini!
- Asal-usul Kata Kopi yang Mendunia
Menurut William H. Ukers dalam buku All About Coffee (1992), kata “kopi” mulai populer di Eropa sekitar tahun 1600-an. Istilah ini berasal dari bahasa Arab qahwa atau qahwain, lalu berubah menjadi kahveh dalam bahasa Turki, yang berarti “penangkal kantuk.” - Jejak Awal Robusta dari Jantung Afrika
Kopi robusta (Coffea canephora) berasal dari kawasan Afrika Sub-Sahara bagian tengah dan barat, seperti Kongo, Sudan, Liberia, dan Uganda. Tanaman ini pertama kali ditemukan pada tahun 1898 oleh ahli botani asal Belgia. - Nama ‘Robusta’ Sesuai Karakternya
Nama “robusta” berasal dari kata “robust” dalam bahasa Inggris yang berarti kuat. Julukan ini menggambarkan karakter rasa kopi ini yang cenderung lebih pahit dan tajam dibandingkan arabika. Rasa kuat tersebut berasal dari senyawa bernama pirazine. - Jadi Solusi saat Wabah Menyerang
Pada 1878, tanaman kopi arabika di Indonesia terserang penyakit karat daun yang disebabkan oleh cendawan Hemileia vastatrix. Belanda sempat mencoba mengganti arabika dengan liberika, namun varietas itu juga tidak tahan terhadap penyakit yang sama pada 1890. Akhirnya, pada tahun 1902, Belanda mendatangkan kopi robusta dari Kebun Raya Jardine, Brussel, Belgia. - Favorit di Negeri Espresso
Kopi robusta menjadi komponen penting dalam racikan espresso tradisional di Italia. Rasanya yang pahit dan tajam menjadikan espresso lebih berbodi dan memiliki karakter kuat yang khas. - Kandungan Kafein Tinggi, Bisa Dikurangi dengan Labu Siam
Robusta mengandung kafein sekitar 2,2—2,7%, jauh lebih tinggi dibandingkan arabika yang hanya 1,2—1,5%. Menariknya, proses dekafeinasi robusta bisa dilakukan dengan cara alami: merendam biji kopi dalam sari labu siam. Tanaman ini mengandung enzim protease yang memecah protein menjadi asam amino. Dengan konsentrasi 3%, sari labu siam mampu menurunkan kadar kafein hingga 0,24%. - Kaya Asam Klorogenat, Pelindung Alami dan Kaya Manfaat
Biji kopi robusta mengandung asam klorogenat sebesar 6,1—11,3 mg per gram biji. Senyawa ini melindungi tanaman dari mikroba, serangga, dan radiasi sinar ultraviolet. Lebih dari itu, asam klorogenat juga bersifat antioksidan, antivirus, dan hepatoprotektor (pelindung hati).
