Penangkar Tanaman Perkebunan 3 Dekade Asal Jawa Timur

Rekomendasi

Tidak banyak penangkar yang konsisten mengembangkan usaha perbenihan selama puluhan tahun. Salah satunya Abdul Kholiq, penangkar asal Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, yang telah terjun dalam bisnis perbenihan sejak 1990-an.

Kholiq mulai mengenal dunia pertanian dari ayahnya yang pernah menjabat sebagai Ketua KUD BRAMA di Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, pada 1980 hingga 1993. Berbekal pengalaman tersebut, Kholiq memutuskan mengembangkan usaha perbenihan dengan mendirikan UD Zain Brothers pada 1993.

Setahun kemudian, usaha tersebut berganti nama menjadi CV Zein Ziroh. Pada 2011, Kholiq kembali mengembangkan usahanya dengan mendirikan PT Mbah Cacing.

Selama sekitar 33 tahun, Kholiq menangkar bibit berbagai jenis tanaman, seperti kopi, kakao, tebu, cabai jamu, dan berbagai komoditas hortikultura. Jutaan bibit telah disalurkan melalui program pemerintah maupun untuk memenuhi kebutuhan swasta.

Meski menangkar berbagai jenis tanaman, Kholiq tetap memfokuskan usahanya pada komoditas tebu.

“Untuk kegiatan PT Mbah Cacing fokus pada penyediaan benih tebu dan terlibat pada kegiatan penyediaan benih untuk swasta maupun program pemerintah. Termasuk kegiatan pengembangan KBD pada 2021 dan penyediaan benih untuk program hilirisasi sejak 2025,” jelas Kholiq.

Pada 2013, PT Mbah Cacing terlibat dalam kegiatan pengembangan Kebun Benih Dasar (KBD) seluas 250 hektare dan penyediaan benih untuk KTG seluas 1.500 hektare. Kemudian, pada 2021, perusahaan tersebut kembali mengikuti kegiatan pengembangan KBD seluas 100 hektare.

Dalam program hilirisasi pada 2025, Kholiq turut menyediakan benih untuk pengembangan lahan seluas 2.150 hektare di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Pada 2026, ia kembali mendapat kepercayaan untuk menyalurkan benih setara KBD untuk areal seluas 3.600 hektare di wilayah Jawa Timur.

“Saya memilih usaha benih karena selaras dengan kehidupan saya. Saya hidup di perdesaan yang langsung bertemu dengan lahan hamparan sawah, sungai, dan tanah subur. Selain itu, saya meyakini bibit merupakan awal dari keberhasilan pertanian,” jelas pengusaha kelahiran Dusun Toxwiro, Desa Winongan Lor, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, 60 tahun lalu itu.

Kholiq juga meyakini bisnis perbenihan memiliki prospek. Hal itu terbukti dari usahanya yang mampu bertahan selama sekitar 30 tahun dan menghasilkan keuntungan yang kemudian digunakan untuk mengembangkan usaha lainnya.

Menurutnya, bisnis perbenihan harus dijalankan secara profesional. Selain itu, penangkar tanaman perkebunan juga perlu memiliki kebun sendiri.

“Syaratnya harus dilakukan secara profesional dan penangkar perkebunan wajib punya kebun. Saat benihnya tidak laku, benih tersebut bisa ditanam sendiri sehingga tetap mendapatkan keuntungan dari hasil panen,” ujarnya.

Artikel Terbaru

Sisa Pengolahan Ikan Sukabumi Berpotensi Jadi Tepung Ikan

SUKABUMI, TRUBUS.ID — Sisa pengolahan ikan di Sukabumi, Jawa Barat, berpotensi diolah menjadi tepung ikan. Kementerian Kelautan dan Perikanan...

More Articles Like This