Tuesday, January 27, 2026

Produksi Melambung Padi Jangkung

Rekomendasi
- Advertisement -

Padi setinggi 1,5 meter dan produktivitas 12 ton per hektare.

Produktivitas padi PIM mencapai 7—12 ton per hektare.

Trubus — “Ini padi tertinggi di Indonesia. Saya tidak tahu lagi ada padi yang lebih tinggi daripada itu,” ujar guru besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Ir. Dwi Andreas Santoso, M.S., ketika melihat padi setinggi 170 cm di Blitar, Jawa Timur. Nama padi itu PIM, singkatan dari Petani Indonesia Membangun. Produktivitasnya juga tinggi mencapai 7—12 ton per hektare. Namun, tanaman butuh perawatan khusus dan minim pupuk kimia tanpa pestisida kimia.

Padi PIM setinggi orang dewasa.

Padi itu merupakan temuan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Kanigoro, Kabupaten Blitar, Boing Kristiawan dan rekan. Mereka menelusuri padi raksasa itu sejak 2000. “Kami mencari galur murni dari Sabang sampai Merauke karena tidak memiliki akses ke balai yang menangani benih,” ujar Boing. Hasil penelusuran itu mereka memperoleh 42 galur padi lokal pada 2002.

Rentan pestisida kimia

Boing dan rekan menyeleksi galur-galur itu sesuai keinginan. Mereka menghendaki padi rentan terhadap pestisida kimia dan agak rentan terhadap pupuk kimia. Ketika petani memberikan pestisida kimia, tanaman gagal tumbuh atau produksi anjlok. Masih toleransi pupuk kimia tetapi pada batas-batas tertentu. Tujuannya agar tanah kembali sehat dan terhindar dari bahan-bahan kimia. “Produktivitas juga tinggi serta tahan rebah,” ujar Boing.

Hasil seleksi 42 galur terpilih 6 galur terbaik sebagai tetua hingga menghasilkan padi bernama PIM. Semula PIM singkatan dari Petani Indonesia Menggugat. Boim menuturkan, yang dimaksudkan menggugat itu pada kebiasaan petani yang gemar pestisida kimia atau menggugat produktivitas yang rendah. Produktivitas nasional rata-rata hanya 4 ton per hektare. Namun, ketika bupati Blitar mendaftarkan, singkatan berubah menjadi Petani Indonesia Membangun.

Malai padi PIM penuh bulir.

Menurut Prof Andreas padi PIM bagus sekali dari sisi keragaan. Guru besar di Departemen Agronomi dan Hortikultura IPB itu mengatakan, karakter fisik PIM tinggi sehingga produksinya juga tinggi. Namun, penanaman di Bogor menjadikan sosok PIM agak rendah karena perlakuan berbeda. Petani di Situgede, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor Jawa Barat, menanam PIM di lahan 3.000 m2 pada 2018.

Tinggi tanaman dewasa hanya 150 cm. Sayang, petani itu tidak menimbang total panen. Proses pemupukan sesuai standar budidaya konvensional plus pupuk organik cair. Dosis pupuk organik cair 7 liter per hektare dan diberikan pada umur 10 hari setelah tanam sampai 2 pekan. Interval pemupukan setiap dua pekan sekali. “Kalau perlakuan sesuai saran Pak Boing bisa maksimal,” ujar Andreas alumnus Technische Universitaet, Braunschweig, Jerman.

Menurut Boing idealnya petani memperbanyak pupuk organik seperti kotoran sapi, kambing, atau kuda hingga 2—5 ton per ha jika kandungan bahan organik (BO) tanah 4—5%. Kalau bahan organik di bawah itu, volume pupuk organik 7—10 ton per hektare. Budidaya padi PIM idealnya tanpa menggunakan pupuk kimia.

Jika petani hendak memberikan pupuk kimia, pemberian ZA maksimal 150 kg, fertiphos (fosfat) 75—80 kg, NPK 50—75 kg. Urea maksimal 35 kg—semua per hektare. Oleh karena itu, petani yang membudidayakan PIM menghemat biaya produksi hingga 40%. Petani akan menuai padi PIM pada umur maksimal 120 hari dari tebar benih. Umur itu relatif sama dengan varietas padi yang lainnya. Boing mengatakan, petani memanen malai menggunakan sabit.

Rasa pulen

Boing Kristiawan mengeksplorasi galur padi lokal dari Sabang sampai Merauke.

Uji multilokasi di Kabupaten Blitar, Malang, dan Bondowoso—semua di Provinsi Jawa Timur, serta Klaten, Surakarta, dan Karanganyar (Provinsi Jawa Tengah), menunjukkan, produktivitas PIM rata-rata 12 ton per hektare. Boing mengatakan, cita rasa nasi asal gabah PIM gurih dan pulen. Kelebihan lain PIM relatif kuat terhadap serangan hama wereng dan belalang. Petani tak perlu jor-joran menyemprotkan pestisida untuk melindungi PIM dari organisme pengganggu tanaman.

Menurut Prof Andreas kelebihan padi berpostur tinggi di antaranya tahan rebah dan tahan genangan air. Padi itu cocok dikembangkan di wilayah yang sering banjir atau daerah rawa. “Budidaya padi di rawa-rawa biasanya harus menunggu musim kering baru bisa tanam, karena khawatir tergenang. Kalau menggunakan padi PIM ini, mungkin tidak perlu lagi menunggu musim kemarau,” ujar pakar Bioteknologi Tanah IPB itu.

Dari sisi kelemahan, menurut Prof Andreas panennya perlu alat tertentu karena tanamannya yang tinggi. “Namun secara umum sangat layak dikembangkan karena produksi tinggi. Untuk wilayah-wilayah sering tergenang akan bagus. Karena tidak mati ketika banjir,” ujarnya. (Bondan Setyawan)

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img