Friday, January 16, 2026

Produksi Tomat Meningkat Dua Kali Lipat dengan Pupuk Guano

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Produksi tomat meningkat karena penggunaan pupuk guano. Hal itu dirasakan I Komang Edi. Pekebun di Desa Munduk, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, itu, lazimnya menuai 3—4 kg tomat per tanaman.

Namun sejak Agustus 2019 Edi menuai 6—7 kg tomat per tanaman. Hasil panen melonjak, pendapatan pun bertambah. Hasil  panen itu tinggi setelah ia berkebun tanaman Solanum lycopersicum pada 2015.

Edi terkejut dengan hasil panen itu lantaran pemeliharaan tanaman kurang maksimal. Ia tidak mengolah lahan untuk budidaya tomat. Hanya mengandalkan bedengan bekas penanaman mentimun dan buncis.

Kemugkinan besar hanya sedikit hara yang terkandung dalam bedengan itu. Edi yakin jika pengolahan lahan maksimal hasil lebih banyak lagi.  Menurut Edi kunci sukses membudidayakan tanaman anggota famili Solanaceae itu berkat penggunaan pupuk guano organik.

Produsen pupuk di Yogyakarta, AA Gede Agung Wedhatama P. M.Eng., mengatakan pupuk guano berasal dari kotoran burung liar dan kelelawar. Pupuk itu dari kotoran kelelawar sohor lantaran kandungan haranya tertinggi ketimbang produk sejenis.

Selain mengandung unsur hara makro dan mikro lengkap. Pupuk guano yang dipakai Edipun memberi aneka mikrob baik untuk tanah seperti Trichoderma sp., Rhizobium sp., dan Pseudomonas sp. Bisa dibilang Edi menggunakan pupuk organik hayati karena mengandung mikrob.

Edi memberikan satu genggam pupuk guano untuk 2 tanaman setelah tanaman kerabat kentang itu sebulan di lahan. Ia juga menyemprotkan sekitar 480 ml pupuk guano cair yang dilarutkan ke dalam 50 liter air.

Penyemprotan pupuk organik cair 2 kali sepekan. Edi lalu memberikan 1 sendok makan NPK per tanaman ketika buah sebesar bola tenis meja. Peningkatan produksi tomat sejalan dengan riset ilmiah.

Hasil penelitian Agus Maulidani, Jumini, dan Trisda Kurniawan dari Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Naggroe Aceh Darussalam membuktikan peningkatan produksi tomat.

Periset membuktikan, gabungan pupuk guano dan NPK mempengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman tomat. Agus Maulidani dan rekan meneliti dosis pupuk guano (0 ton, 4 ton, 8 ton, dan 12 ton—semua per ha) dan NPK (0 kg, 250 kg, dan 500 kg per ha).

Penelitian pada 2018 itu mengungkapkan, kombinasi terbaik yakni 12 ton pupuk guano/hektare dan 250 kg NPK/ hektare (ha) memengaruhi tinggi tanaman pada 30 hari setelah tanam (hst) yang mencapai 64,33 cm, berat buah (823,40 g), jumlah buah per tanaman (22 buah), dan jumlah tandan per tanaman (6 tandan).

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img