Saturday, August 13, 2022

Proliga Dongkrak Panen Cabai

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Budidaya cabai teknologi proliga di Blitar, Jawa Timur meningkatkan produktivitas.

Teknik terpadu untuk meningkatkan produktivitas cabai.

Subagyo akan mencoba kembali budidaya
cabai proliga pada penanaman mendatang. (Dok. Subagyo)

Trubus — Subagyo menghitung jumlah buah pada tanaman cabai yang siap panen. “Jumlah buahnya meningkat menjadi 100-an buah per tanaman,” ujar petani cabai di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, itu. Padahal, pada penananaman sebelumnya jumlah cabai hanya 70—80 buah per tanaman. Bobot buah cabai rata-rata 10 gram, sehingga lonjakan produksi 20—30 buah setara 300 g per tanaman. Peningkatan produksi itu setelah Subagyo menerapkan program proliga.

Proliga atau produksi berlipat ganda merupakan program dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur. Menurut peneliti di BPTP Jawa Timur, Ir. Baswarsiati, M.S., teknik budidaya proliga merupakan gagasan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Pangkas pucuk

Menurut peneliti dari Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa), Ir. Wiwin Setiawati, M.S. proliga merupakan teknologi yang penggunaan varietas unggul, peningkatan kepadatan populasi tanaman, dan persemaian sehat. Selain itu kunci proliga berupa pengelolaan tanah, hara, dan air serta pengendalian organisme pengganggu tanaman. Menurut Wiwin untuk varietas menyesuaikan dengan lokasi penanaman dan yang terbukti unggul di daerah setempat.

Populasi mencapai 30.000 tanaman per hektare. “Cara tanamnya secara zigzag atau selang-seling. Lubang pertanam terisi dua tanaman, sementara selingannya satu tanaman per lubang. Jarak tanamnya 50 cm x 70 cm,” ujar master Biologi Lingkungan alumnus Institut Teknologi Bandung itu. Bandingkan dengan populasi pada sistem penanaman nonproliga hanya 20.000 tanaman per hektare. Peningkatan populasi mencapai 50%.

Persemaian sehat dengan mensterilkan terlebih dahulu lokasi persemaian. Caranya dengan menyemprotkan insketisida berbahan aktif spirotetramat dan imidakloprid dengan konsentrasi 1 ml per liter. Kemudian pasang perangkap kuning atau yellow trapping untuk mengendalikan hama kutu kebul Bemisia tabaci hingga populasinya nol. Langkah selanjutnya rendam benih cabai dalam larutan fungisida berbahan aktif propamokarb hidroklorida berkonsentrasi 1 ml per liter selama sejam.

Semaikan benih di media persemaian yang terdiri atas campuran tanah halus dari bawah pohon bambu dan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1. Beri naungan (screen house) di atas bedengan. Naungan terbuat dari nilon dengan kerapatan 50 mesh per cm2. Ketika pesemaian berumur 3 pekan lakukan pemangkasan pucuk. Semprotkan pestisida hayati berupa ekstrak daun pagoda, bunga pukul empat atau daun bayam duri untuk mencegah serangan virus kuning.

Pupuk mikro

Pengukuran kelembapan tanah. (Dok. Baswarsiati)

Setelah menerapkan budidaya proliga, Subagyo memanen buah yang lebat dan terbebas dari virus gemini. “Saya lihat, tanaman cabai di tempat lain terserang virus brekele atau gemini, sementara cabai proliga bersih tidak ada sama sekali yang terkena brekele,” ujar ayah dua anak itu. Namun, saat panen buah cabai ciko tak bisa besar. “Cabainya lebat tetapi ukurannya tidak bisa mencapai grade A,” ujar Subagyo.

Harap mafhum, cabai besar kelas A terdiri atas 50—60 buah per kg, sementara cabai ciko per kg berisi sekitar 100 buah dengan panjang kurang 2 cm. Saat panen harga kelas A Rp25.000, sementara kelas B Rp22.000 per kg. Namun, budidaya cabai ciko sedikit lebih hemat. “Cabai ciko dengan teknik budidaya proliga tanpa ajir, kalau budidaya di sini pakai ajir. Biaya ajir kurang lebih Rp350 per tanaman,” ujar Subagyo.

Cabai proliga di Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur. (Dok. Baswarsiati)

Menurut Baswarsiati pasar di Blitar memang menghendaki cabai berukuran besar. “Cabai varietas yang kami gunakan di Blitar varietas ciko ukurannya kurang dari 2 cm dibandingkan dengan yang petani setempat tanam,” ujarnya. Namun, cabai itu lebih genjah yaitu umur 80 sudah panen sementara cabai lainnya 85—90 hari. Selain itu, uji coba teknik proliga di Blitar saat itu belum memaksimalkan pemupukkan mikro seperti boron, Fe, dan kalsium.

Sementara Subagyo menggunakan pupuk mikro secara optimal. “Minimnya pupuk mikro menyebabkan banyak bunga cabai ciko yang rontok. Di sisi lain, saat proses penanaman, Blitar sedang menghadapi kemarau panjang,” ujarnya. Subagyo penasaran ingin menerapkan lagi teknik budidaya cabai proliga. “Saat itu benih yang dipakai berbeda dengan benih yang biasa saya tanam dan sudah teruji di Blitar,” ujarnya. (Bondan Setyawan)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img