Wednesday, April 22, 2026

Putih Itu Cantik

Rekomendasi
- Advertisement -

 

Widuri mutasi koleksi Eddy Santoso (kanan), widuri asli (kiri)Eddy Santoso bak mendapat durian runtuh. Batang bawah tiara hasil pemisahan dengan teknik potong pucuk memunculkan anakan berdaun belang: separuh normal berwarna hijau dengan bercak merah pekat, separuh hijau berbercak putih. “Langsung saya simpan terpisah,” kata Eddy. Maklum sang ratu berpeluang berpenampilan berbeda. Benar saja, ketika anakan kedua tumbuh, semua berdaun hijau berbercak putih gading. Yakinlah ia, tiara sudah bersalin rupa.

Eddy pantas bersukacita. Maklum peluang munculnya mutasi berupa variegata pada sri rejeki relatif kecil. “Bisa satu banding puluhan ribu,” kata Solimin, kolektor kawakan di Tangerang, Banten. Dr Dewi Sukma SP MSi, dosen di Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor menuturkan mutasi merupakan perubahan genetik pada suatu tanaman yang bisa diwariskan pada keturunannya. Mutasi dapat terjadi secara alami maupun buatan.

Kompetisi sel

Mutasi alami terjadi tanpa campur tangan manusia, antara lain oleh radiasi sinar ultraviolet tinggi. “Peluang mutasi spontan seperti ini sangat rendah, yaitu sekitar 10-5 – 10-8 per gen per lokus,” kata Dewi. Artinya peluangnya hanya 1:100.000 sampai 1:100.000.000 per sel. Potensi terjadinya mutasi alami kian besar ketika lapisan ozon di atmosfer semakin tipis sehingga lebih banyak sinar ultraviolet sampai ke permukaan bumi.

Sementara mutasi buatan terjadi dengan iradiasi sinar alfa, gamma, beta, dan sinar x atau perlakuan dengan bahan kimia seperti ethil methanesulfonat (EMS), ethylenscimine (EL), dan ethyl nitroso urea (ENH). “Mutasi terjadi secara acak pada sel-sel tanaman, tapi kita mengharap mutasi itu terjadi pada sel sedang aktif membelah diri, seperti meristem tunas apikal atau lateral” tutur Dewi.

Di dalam jaringan tanaman yang mengandung sel mutan, sel mutan berkompetisi dengan sel normal. Jika sel mutan sukses bertahan hidup dan berkembang, ia membentuk jaringan mutan yang berbeda morfologinya dengan jaringan asal (tetua). Misal bentuk tanaman berubah menjadi kristata atau warnanya menjadi variegata. Sebaliknya, jika sel normal yang memenangkan kompetisi karakter mutan hilang dan fenotip tetua (tanaman asli) kembali muncul.

Para hobiis sri rejeki kerap menemukan mutasi warna terjadi pada jenis aglaonema yang sering diperbanyak. Gregori Garnadi Hambali, master Biologi dari Universitas Birmingham, Inggris yang penyilang aglaonema menuturkan itu terjadi karena adanya jumping gene “transposon”. Transposon adalah seberkas DNA yang memiliki kemampuan untuk berpindah-pindah di dalam kromosom yang sama atau berbeda. Kehadiran transposon pada satu bagian kromosom dapat menyebabkan perubahan wujud suatu individu, dalam hal ini tanaman. Gen melompat terpicu ketika tanaman sering diperbanyak.

Mahal

Dengan tampilan berbeda, para kolektor langsung terpikat begitu menemukan aglaonema variegata. Eddy langsung memboyong widuri berwarna hijau putih saat melihatnya di salah satu nurseri di Thailand. “Saya belum pernah menemukan yang seperti ini di Indonesia. Pola bercaknya beda,” tutur pemilik nurseri Redleaf Garden itu. Batang yang semula merah pun bersalin merah muda.

Solimin pun bersedia membayar mahal untuk diana mutasi dari kebun Gregori Hambali. Sri rejeki berdaun lebar itu berubah penampilan menjadi bernuansa merah muda pucat. Diana asli berdaun hijau dengan paduan merah di bagian tulang dan tepi daun. Perubahan penampilan itu juga menitis pada anakan-anakannya. Menurut Dewi Sukma sifat mutasi dikatakan stabil jika karakter mutan terus-menerus muncul pada anakan hingga generasi ke-4 atau 5. Supaya lebih sahih perubahan itu perlu dianalisis secara biokimia atau molekuler pada tingkat DNA.

Jenis lain, lady saraswati mutasi. Aglaonema itu saudara seayah seibu dengan hot lady, sri rejeki berwarna hijau dengan tulang daun merah menyala dan ujung daun melancip yang khas. Di tangan Solimin, lady saraswati yang sejatinya berpenampilan mirip hot lady berubah warna menjadi hijau dengan tulang daun dan bercak putih. Menurut Greg sulit melahirkan aglaonema bernuansa putih lewat proses penyilangan. Pantaslah si putih hasil mutasi menjadi incaran. (Evy Syariefa/Peliput: Tri Istianingsih)

Previous article
Next article

Artikel Terbaru

Kemegahan Macfrut 2026: Pameran Buah dan Sayur Internasional Resmi Dibuka, Soroti Daya Saing dan Kemitraan Global

Pameran internasional rantai pasok buah dan sayuran, Macfrut 2026, akhirnya resmi membuka pintu untuk edisi ke-43. Berlokasi di Rimini...

More Articles Like This