Monday, January 26, 2026

Raffi Ahmad Terpikat Ikan Cakram

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Liukan diskus warna-warni di bawah santigi menjadi hiburan Raffi Ahmad di rumah. Akuarium besar berukuran 300 cm × 65 cm × 100 cm menghiasi ruang tamu di rumah pasangan pesohor Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Mariana Tengker.

Kotak kaca itu bagai bentang alam. Beragam tanaman seperti Begonia sp., Rhapidopora sp., dan Scindapcus sp. tersebar di beberapa bagian. Rangkaian pohon tersusun dari kayu santigi makin menambah kesan natural.

Kotak kaca itu berkonsep paludarium—penggabungan unsur darat dan bawah air. Paludarium itu makin meriah dengan warna-warni ikan diskus alias ikan cakram yang melenggang.

Si raja akuarium itu memberikan sentuhan akhir keindahan bentang alam di kotak kaca. Sentuhan dari butiran air yang sangat halus memberi kesan embun di hutan santigi. Raffi Ahmad kerap menikmati akuarium diskus. Begitu juga saat ia berbincang dengan tamu-tamunya.

Hutan Santigi

Shallow tank menjadi cikal bakal lahirnya miniatur alam berpenghuni diskus. Raffi Ahmad pada 2021 meminta tim The Aquatic Freak untuk mengubah akuarium itu menjadi paludarium.

Ayah dua anak itu ingin menghadirkan suasana di kotak kaca yang lebih berkesan dari sebelumnya. Para perancang menghadirkan konsep alam yang lebih agresif.

Rangkaian pohon berupa santigi terlihat kokoh dan tajam di bagian atas. Namun, kayu di bawah tidak tajam untuk mencegah luka pada ikan. Tekstur santigi itu keras, kering, dan mudah tenggelam di dalam air.

Di bagian dasar akuarium terdapat pasir silika bangka bertekstur halus. Selain itu, ada juga batu lava berukuran sedang hingga besar. Tanaman mos Vesicularia ferriei membalut batu lava untuk memunculkan kesan alami.

Peletakan tanaman-tanaman perlu memperhatikan aliran air, utamanya pada tanaman di bagian dinding belakang. Air mengalir secara merata atau di bagian yang diinginkan.

Bisa juga dengan metode misting—mengubah air biasa menjadi awan kabut dengan menggunakan alat dengan proses ultrasonic atomization. Butiran air halus itu setiap 1 menit dalam 12 jam per hari menembak mos dan tanaman agar tidak layu.

Warna embun terlihat kontras dengan ikan-ikan asal Amerika Selatan itu. Diskus warna-warni seperti red golden diamond, red valentine, golden sunset, blue scorpion, cobalt, white diamond, leopard,dan turquoise mozaik dihadirkan Zora Discus pada akuarium itu.

Warna-warni si raja akuarium ikan diskus menambah suasana ceria di ruang tamu Raffi Ahmad. (Trubus/Dok. Hendra Gandhi)

Pemilihan ikan diskus sesuai karakter Raffi dan Nagita yang selalu ceria. Ukuran ikan berkisar 7,62 cm dengan umur 6 bulan. Pemilihan ukuran ikan berdasarkan ketinggian air yang hanya 28 cm sehingga ikan leluasa hilir-mudik di akuarium itu.

Selain diskus, ikan koridoras venezuela juga turut menghiasi area dasar akuarium. Hilir mudik ikan-ikan itu di akuarium Raffi menyihir para tamunya. Ketika berbincang, artis kondang itu sengaja memilih tempat duduk membelakangi paludarium. Tujuannya, agar para tamu dan sanak saudara dapat menikmati keindahan bentang alam di kotak kaca itu.

Merawat paludarium

Perawatan akuarium sebuah keharusan agar tetap menyajikan keindahan. Suhu air tetap terjaga pada 28°C—mempertemukan kebutuhan ikan diskus dan tanaman.

Diskus menginginkan suhu yang lebih hangat, sedangkan tanaman tumbuh dengan baik di suhu yang lebih dingin. Dua pemanas berukuran masing-masing 150 Watt melengkapi akuarium untuk menjaga suhu tetap stabil.

Ruang tamu Raffi hampir setiap saat menggunakan pendingin. Jadi, pemanas itu menggunakan sensor otomatis yang akan menstabilkan suhu. Air yang jernih dengan kualitas baik kunci kesehatan para penghuni paludarium.

Sitem filtrasi yang digunakan berupa canister sebanyak dua buah. Tentu, rumah bakteri yang dipilih memiliki kualitas yang baik. Jantungnya akuarium ada pada bagian filter yang berperan menjaga siklus nitrogen, supaya kadar amonia dan nitrit tetap rendah dengan target sampai 0.

Siklus nitrogen menghasilkan nitrat, kemudian dikonsumsi oleh tanaman-tanaman tadi. Itulah sebabnya desain akuarium dengan tanaman lebih unggul. Tanaman menjaga kadar amonia, nitrit, dan nitrat.

Namun, untuk menjaga kesehatan kotak kaca itu tidak cukup dengan tanaman. Pergantian air 50–75% sepekan sekali. Volume air mencapai 380 liter. Selain itu, proses trimming—pemangkasan tanaman juga penting.

Tanaman-tanaman itu dipangkas setiap pekan sekali. Pengangkatan tanaman yang mati pun perlu dilakukan. Paludarium di dalam ruangan memerlukan lampu untuk membantu proses fotosintesis. Durasi lampu sekitar 6–8 jam sehari.

Perawatan lainnya adalah membersihkan pasir di dasar akuarium dari kotoran ikan. Pemberian pakan berupa pelet dilakukan saat pagi hari dan sore hari. Tujuannya, menjaga kualitas air agar tidak cepat rusak. Setiap perawatan harus rutin dilakukan agar menjaga keindahan paludarium diskus itu.

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img