Trubus.id — Perawatan menjadi kunci agar aglaonema menang saat kontes. Kendati demikian, tiap pehobi mempunyai cara masing-masing dalam hal perawatan. Salah satunya adalah Endik Purwanto, S.T., yang melakukan perawatan intensif pada aglaonema kepunyaannya.
Endik Purwanto, S.T. mengoleksi aglaonema lucky. Aglaonema lucky beberapa kali mampu menorehkan prestasi di kelas juvenil. Tampilannya amat elok, terjadi mutasi di bagian daun yang kuning keemasan. Jenis aglaonema lucky pada umumnya hijau.
Tanaman itu tumbuh di pot hitam. Bagian atas media tanam berupa pasir halus abu-abu. Ia sengaja memilih paduan warna itu supaya kharisma tanaman memikat mata juri. Apa rahasia lain agar aglaonema juara kontes?
Tiga hari menjelang kontes, ia mengelap setiap helai daun dengan kapas basah. Pehobi di Kecamatan Cipayung, Kotamadya Depok, itu merawat tanaman berumur setahun secara intens. Ia rutin menyiram tanamannya setiap pagi pukul 07:00 WIB. Pehobi lain menyiram tanaman 2–3 kali sepekan.
Menurut Endik, penyiraman setiap hari mencegah akar kecokelatan yang memicu penyakit. Penyiraman setiap hari memungkinkan media tanam bersifat porous sehingga air tidak menggenang.
Endik memanfatkan campuran sekam mentah, sekam bakar, serbuk sabut kelapa, kaliandra, dan andam sebagai media tanam. Sekam bakar lebih dominan, hingga 6 bagian, selebihnya 1 bagian bagi bahan media lainnya.
Pehobi yang pernah menjadi kontraktor itu mengganti media tanam setiap 4–6 bulan sekali. Pada saat itu ia mengganti semua media sekaligus memupuk NPK 13-13-13. Dosisnya setengah sendok makan per pot. Ia menaburkan di permukaan media tanam.
Selain itu, ia memberikan vitamin B1 dan zat perangsang tumbuh berbahan aktif natrium arthonitrofenol setiap 2 pekan. Ia melarutkan 2 sendok makan vitamin B1 dan zat perangsang tumbuh dalam 5 liter air, kemudian menyemprotkan sampai merata di seluruh tanaman.
“Perawatan pilihan masing-masing pehobi. Saya memilih menggunakan media tanam yang sangat porous dengan intensitas penyiraman tiap hari,” ujar Endik.
Insektisida berbahan aktif profenofos dan fungisida (bahan aktif oksitetrasiklin) juga rutin diberikan untuk mencegah penyakit. Interval dan dosis yang diberikan sama seperti pemberian vitamin.
Itulah perawatan intensif yang dilakukan Endik agar aglaonema meraih juara. Karena bangga terhadap juara yang diraih aglaonema lucky, Endik mengaku masih enggan menjual tanaman kesayangannya itu.
