Saturday, January 24, 2026

Rahasia Rawat Ikan Diskus

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id— Ikan diskus memiliki penampilannya yang indah. Perpaduan warna dan corak membuat terpikat bagi siapa pun yang memandangnya. Namun ada beberapa hal yang penting diperhatikan dalam merawat ikan diskus ini.

Atasi penularan penyakit diskus

Seringkali selang penyipon dipakai untuk beberapa akuarium. Celakanya bila di salah satu akuarium ada diskus sakit maka penyakit langsung menyebar. Untuk mengatasinya pehobi dapat menempatkan selang di setiap akuarium dan dilengkapi kran yang dihubungkan dengan pompa sedot melalui pipa.

Penyiponan cukup dengan membuka keran lalu kotoran yang ada di dasar akuarium tersedot. Selain itu dianjurkan  saat penyiponan, selang tidak boleh digosok-gosokkan. Kalau tidak, bakteri penyebab penyakit insang (gyrodactylus) naik ke permukaan menyerang diskus.

Pakan alami diskus

Kantong Anda terkuras untuk pakan diskus? Tenang saja, Anda bisa memanfaatkan cekungan dan empang di lahan untuk mendapatkan pakan alami diskus. Bisa juga diterapkan di bak atau ember plastik. Genangan air itu ditaburi kulit pisang, sampah organik, dan kotoran ayam. Setelah 4 hari kutu air di permukaan genangan dipanen sebagai pakan diskus.

Hindari velvet pada diskus

Hati-hati jika diskus berwarna lebih gelap, sirip kuncup, dayung tidak bekerja, dan insang menganga. Itu tanda-tanda ikan kesayangan Anda terkena velvet. Penyakit akibat virus itu kerap kali menyerang ikan cakram itu.

Pehobi bisa mengatasinya dengan  mencampurkan 2 cc formalin ke akuarium yang berisi 150 liter air. Dalam jangka waktu 2—3 hari diskus akan sehat kembali. Kemudian, pindahkan ikan tersebut ke akuarium lain agar tidak terkena velvet lagi.

Bedakan kelamin

Diskus sulit dibedakan jenis kelaminnya saat burayak. Itu karena ukuran dan bentuk tubuh jantan dengan betina mirip. Untuk membedakan kelamin diskus Anda bisa memberi pakan sampai diskus kenyang.

Setelah itu perhatikan perut mereka. Bentuk perut yang tampak bulat dan meggembung menandakan betina. Sedangkan jantan, meskipun kenyang, perutnya tidak akan menggelembung. Itu karena sejak kecil betina memiliki organ mirip rahim untuk menyimpan telur.

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img