Merakit sendiri perangkat budidaya ikan dan sayuran dalam satu ember atau budikdamber.

Trubus — Delapan ember berukuran 80 liter berderet rapi di pekarangan rumah Eva Lasti Apriyani Madarona di Kota Bandung, Jawa Barat. Di mulut ember tumbuh kangkung Ipomoea reptans yang subur. Sayuran anggota keluarga Convolvulaceae itu menyerap nutrisi dari sisa pakan ikan—hidup di dasar ember. Sejak pertengahan Maret 2020 Eva memelihara ikan dan sayuran di ember atau budikdamber.

Inovasi budikdamber menjadi primadona saat penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) akibat pandemi virus korona. Menurut perekayasa konsep budikdamber dosen di Program Studi Budidaya Perikanan Politeknik Negeri Lampung, Juli Nursandi, S.Pi., M.Si, membuat budikdamber mudah dan sederhana (lihat infografis: Bikin Sendiri Budikdamber). Biaya pengadaan barang untuk 1 unit budikdamber hanya Rp100.000. Adapun waktu perakitan kurang dari satu jam.
Panen berulang

warna ikan. (Dok. Eva Madarona)
Eva mengisi ember dengan air bersih 75% dari kapasitas atau 60 liter. Kemudian ia mendiamkan air 1—2 hari untuk mengendapkan zat terlarut pada air. Ia memasukkan benih lele dan mendiamkan 1—2 hari. Tujuannya adaptasi ikan dalam ember. Ember berkapasitas 80 liter menampung 60—100 lele berukuran 5—12 cm. Setelah itu ia mengaitkan gelas plastik atau netpot berisi arang tempurung kelapa dengan kawat di samping ember.
Diameter ember 50 cm menampung 10 gelas plastik. Menurut Eva bibit kangkung “siap tanam” di netpot pada umur 10—12 hari setelah semai terdiri atas 8—12 daun sejati. Ia meletakkan tiga bibit di sebuah netpot. Artinya dari 10 netpot di sebuah budikdamber, Eva membutuhkan 30 bibit sekali “tanam.” Eva memanfaatkan netpot hidroponik dan rockwool sebagai tempat tumbuh kangkung sebagai pengganti gelas plastik dan arang.
Ia meletakan netpot di tutup wadah yang dilubangi sesuai dengan ukuran netpot. Total sekitar 15 lubang netpot berisi kangkung menempel pada tutup wadah budikdamber. Alumnus Sastra Arab Universitas Indonesia itu memanen kangkung pada umur 14—21 hari. Caranya dengan memotong batang atas, menyisakan 8—15 cm batang bawah. Panen berikutnya selang 10—14 hari selama 6 bulan. Jadi, dari sekali penanaman, Eva 10—12 kali memanen.

Menurut Juli menggunakan ember berwarna gelap membuat warna ikan makin gelap. Sebaliknya, menggunakan ember berwarna terang menjadikan lele lebih terang. Namun, yang perlu diperhatikan adalah meletakkan budikdamber di tempat dengan penyinaran matahari penuh. Tujuannya optimalisasi fotosintesis tanaman dan mencegah perkembangan bibit penyakit. (Muhamad Fajar Ramadhan)
