Thursday, December 8, 2022

Rambu-rambu Zat Perangsang Bunga

Rekomendasi

‘Bunga-bunga itu tidak mau jadi buah,’ kata Haryo dalam suratnya kepada Trubus pada 20 Juli 2007. Padahal sebelum menggunakan zat perangsang, produktivitas tanaman 5-6 buah/pohon.

Kasus Haryo itu bagaikan bumi dan langit dengan pengalaman Keme, pekebun mangga di Sumedang, Jawa Barat. Berkat menggunakan zat perangsang bunga mantan ketua Kelompok Tani Bebera itu berhasil mempercepat dan memperpanjang waktu panen buah sampai Desember. Lazimnya panen raya berlangsung hanya 2 bulan, Oktober-November.

Kasus gagal dan sukses menggunakan zat perangsang berbahan aktif paklobutrazol memang kerap ditemui di kalangan pekebun buah. Prof Dr Ir H Roedhy Poerwanto, MSc, menyebutkan ada 4 hal yang harus diperhatikan sebelum memakai paklobutrazol: tanaman sehat, sudah pernah berbunga, pemangkasan, dan pemupukan.

Harus diperhatikan

Menurut Ir Yos Sutiyoso, ahli pupuk di Jakarta, paklobutrazol berfungsi ‘memingsankan’ titik tumbuh sehingga sel di sana berhenti membelah. Namun, daun muda tetap tumbuh jadi tua. Dengan begitu hasil fotosintesis meningkat dan C/N rasio tinggi. Akibatnya titik tumbuh terangsang untuk mengeluarkan bunga bukan daun. Pemberian paklobutrazol pada tanaman sehat berhasil merangsang munculnya bunga tanpa mengganggu fase vegetatif. Namun pada tanaman sakit, pertumbuhan tunas dan pucuk bakal terhambat 1-2 tahun.

‘Sebaiknya paklobutrazol diberikan pada tanaman yang sudah pernah berbunga,’ kata Roedhy. Tanaman yang pernah berbunga tanda sudah dewasa untuk berproduksi sehingga pertumbuhan bagus. Ambil contoh mangga dewasa yang bercabang banyak. Ketika pohon itu disemprot paklobutrazol, setiap cabang memunculkan bunga. Akibatnya, buah pun lebat.

Pemangkasan dan pemupukan rutinitas lain yang diperlukan agar buah muncul di luar musim. Pemangkasan dilakukan setelah panen. Pangkas daun terakhir yang mengeluarkan bunga untuk merangsang pembentukan vegetatif baru. Pada tanaman mangga, pemberian pupuk dilakukan sebanyak 3 kali: setelah panen, menjelang berbunga, dan ketika buah seukuran kelereng.

Jumlahnya sesuai dengan umur tanaman. Contohnya pohon mangga berumur 5 tahun. Setelah panen, tanaman diberi 225 g Urea, 100 g SP-36, 112,5 g KCl, dan 50 kg pupuk kandang. Pada saat menjelang berbunga, Urea dan KCl masing-masing sebanyak 112,5 g dan SP-36, 200 g. Sedangkan 112,5 g Urea dan 225 g KCl diberikan ketika buah berukuran sebesar kelereng.

Barengi KNO3

Toh, itu semua belum menjamin bunga muncul secara cepat dan serempak. Oleh karena itu, pemberian zat perangsang bunga biasanya diiringi dengan KNO3 alias kalium nitrat. KNO3 berfungsi untuk memecah dormansi, sehingga bunga pasti muncul serempak. Semprotkan KNO3 dengan dosis 40 g/l ke seluruh tanaman 2 bulan setelah aplikasi paklobutrazol. Hasil penelitian Roedhy, pemberian KNO3 merangsang bunga muncul 2 minggu hingga 1 bulan kemudian. Pemberiannya 2-3 kali dengan interval 2 hari.

Sobir PhD, peneliti di Pusat Kajian Buah Tropis (PKBT) Bogor, mengingatkan untuk selalu hati-hati dalam menggunakan paklobutrazol. Pemberian salah menyebabkan tanaman kerdil dan merana. Contohnya yang dialami tanaman mangga milik Haryo. Pria kelahiran 41 tahun silam itu menggunakan zat perangsang berbahan aktif paklobutrazol setiap minggu selama 2 bulan. Dosisnya 6-10 cc/l. Paklobutrazol disemprotkan ke seluruh tajuk tanaman dan dikocorkan di sekitar batang. Akibatnya bunga tumbuh menggerombol dan buah rontok ketika masih pentil.

Menurut Hendro Soenarjono, malai bunga memendek dan kuntum bunga yang tumbuh bergerombol menandakan perkembangan bunga tertekan. Pakar buah di Bogor itu menduga dosis zat perangsang yang diberikan terlalu tinggi. ‘Padahal dengan dosis 6-10 cc/l, zat perangsang berbahan aktif paklobutrazol cukup diberikan 1 tahun sekali,’ kata Hendro.

Dekat batang

Untuk mengatasi pembungaan yang tidak normal-berbentuk roset-semprot- kan 100-200 ppm giberelin di bunga 7-14 hari setelah malai atau polen muncul. Menurut Roedhy, aplikasinya cukup 2 kali dengan interval 2 hari. Giberelin berfungsi memanjangkan sel sehingga ukuran malai bertambah. Sedangkan untuk mencegah kerontokan buah, berikan auksin asam naftalena asetat (NAA) 100 ppm pada saat pecah malai, berbunga penuh, dan ukuran buah sebesar kelereng kecil.

Berdasarkan penelitian Roedhy pemberian paklobutrazol paling efektif dikocorkan di dekat batang atau tanah. ‘Karena penyerapannya tidak hanya oleh bulu-bulu akar, tapi juga akar besar dan batang,’ ujar doktor dari Ehime University, Jepang, itu. Sedangkan bila disemprotkan di pucuk, mata tunas, atau ke seluruh tajuk, paklobutrazol tidak terserap dengan baik. Bunga muncul lebih lama dan jumlahnya sedikit dibandingkan yang dikocorkan di batang.

Penggunaan paklobutrazol sebenarnya tak hanya untuk tanaman mangga. Nun di Surabaya, Daniel Kristanto menggunakan paklobutrazol untuk membuahkan durian di luar musim, panen pada Juli. Lazimnya panen raya pada Desember.

Musiman

Tanaman yang berbuah sepanjang tahun tak perlu diberi perangsang. Sebut saja belimbing. Menurut A F Margianasari, kepala Bagian Produksi Buah di Taman Wisata Mekarsari, Bogor, tanpa menggunakan zat perangsang, tanaman akan berbunga lebat dengan pemupukan benar dan intensif. ‘Paklobutrazol cocok diberikan untuk tanaman buah musiman. Tujuannya untuk memajukan waktu pembungaan sehingga panen lebih awal,’ ujar Roedhy yang mendapat gelar master dari Kagaya University, Shikoku, Jepang, itu.

Namun sayang, tak semua tanaman yang berbuah musiman dapat diatur pembungaannya dengan zat perangsang. Hasil penelitian Roedhy, tanaman mangga dan manggis sangat responsif terhadap paklobutrazol. Sedangkan rambutan, tak pernah berhasil dirangsang berbunga di luar musim.

Hal itu juga dialami oleh Haryo. Dari 5 tanaman buah-durian, mangga, kedondong, belimbing, jambu air-yang diberi paklobutrazol, jambu air tidak menunjukkan hasil. Roedhy menduga jambu air sama dengan rambutan yang tak bisa dirangsang dengan paklobutrazol. ‘Namun, itu harus diteliti lagi,’ tambahnya. (Rosy Nur Apriyanti/Peliput: Destika Cahyana).

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Potensi Pemanfaatan Limbah Ceker Ayam sebagai Obat

Trubus.id — Mahasiswa Universitas Gadjah Mada menciptakan collagen tripeptide yang dihasilkan dari limbah ceker ayam sebagai alternatif pengobatan aterosklerosis.  Fitria Yuliana,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img