Rahasia para penangkar merawat ikan cupang juara.

Trubus — Genetik berpadu perawatan menghasilkan cupang jawara. Begitu kiat Septian Dwi Suryana Putra “melahirkan” ikan cupang Betta splendens kampiun. Menurut penangkar ikan cupang jawara di Tanahsareal, Kota Bogor, Jawa Barat, itu ikan dengan genetik biasa pun jika dirawat optimal hasilnya akan bagus. Apalagi ikan dengan genetik bagus. Namun, jika perawatan kurang optimal ikan dengan genetik bagus pun menjadi jelek.
Perawatan itu meliputi pemberian pakan dan melatih mental ikan. Adapun perawatan trimming atau mengatur bentuk tubuh ikan dengan pemotongan sirip diharamkan dalam aturan Intenational Betta Contests (IBC). Sesuai dengan aturan IBC panitia atau juri dapat mendiskualifikasi ikan hasil trimming saat penilaian kontes.
Pakan pas

Menurut Septian perawatan ikan kontes harus menyeluruh. Setiap hari Septian membuang kotoran pada akuarium dengan cara menyedotnya. Adapun untuk urusan pakan pilih yang terbaik. Pehobi sejak 2006 itu mencontohkan pakan masih berbentuk jentik lebih baik dibandingkan dengan jentik yang sudah berbetuk butiran atau akan berubah menjadi nyamuk. Pakan buruk bisa memicu perut ikan menjadi kembung.
Kembung memicu dropsy atau penyakit sisik nanas. Gejalanya ikan cenderung malas begerak alias pasif dan tidak mengedok alias sirip mengembang walaupun sudah dihadapkan dengan cupang lain. Selang beberapa hari kemudian perut cupang itu membesar dan seluruh sisiknya berdiri sehingga permukaan kulit cupang menyerupai kulit nanas.
Pemberian pakan dilakukan 2 kali sehari, lazimnya pada pukul 10.00 dan pukul 15.00. Kebutuhan pakan relatif, artinya setelah ikan kenyang tidak akan makan lagi. Septian menyarankan pemberian pakan bervariasi, antara lain jentik nyamuk, kutu air, cacing beku, dan udang. Ia memberikan udang sekali setiap pekan. Tujuannya agar pertumbuhan warna, sisik, dan sirip bagus.
Perawatan wajib lainnya rutin mengganti air. Pehobi cupang di Bekasi, Jawa Barat, Patria Sandi, mengganti air rutin selang 3 hari sekali. “Maksimal mengganti selang 5 hari, karena rutin membersihkan kotoran setiap hari,” katanya. Agar kualitas air sesuai untuk cupang wajib menggunakan daun ketapang Terminalia catappa. Menurut pehobi senior cupang di Kota Depok, Jawa Barat, Husin, daun ketapang menjaga kestabilan pH air pada kisaran 6,5—7. Indikator ikan nyaman mengeluarkan buih.

dalam bentuk celup (bagian
bawah). (Dok. Trubus)
Hasil penelitian mahasiswa Program Studi Akuakultur, Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu, Sulawesi Tengah, Abdul Waris, daun ketapang dapat berfungsi sebagai antimikrob karena mengandung beragam senyawa aktif seperti alkaloid, saponin, tanin, dan flavonoid. Namun, menurut Husin penggunaan ketapang tidak boleh lebih dari sepekan, karena menyebabkan pH meningkat lebih dari 7.
Mandi matahari
Septian kerap menggunakan air rendaman ketapang maksimal 5 hari dalam sepekan. Selama 2 hari dalam sepekan ikan hidup dalam air bening bertujuan sebagai adaptasi ikan. Harap mafhum, selama kontes dan saat penilaian ikan terlarang di akuarium dengan air rendaman ketapang. Perawatan lainnya berupa penjemuran. Septian menjemur ikan selang 3—4 hari saat pagi hari selama 15 menit. Tujuan penjemuran agar ikan sehat dan kuat.
Faedah lainnya menghambat cendawan pada sisik. Menurut anggota tim cupang Bettadine itu penjemuran bisa dilakukan berbarengan dengan mengedokkan ikan. Cara mengedokkan dengan mendekatkan 2 akuarium berisi cupang. Kemudian ikan akan saling mengedok, karena cupang jenis ikan petarung dan menjaga teritorial di alam. Ikan anggota famili Osphronemidae itu akan siap bertarung jika melihat cupang jantan lain.

Menurut Septian menjemur beserta mengedokkan ikan seperti olahraga cardio. Durasi 3 menit mengedokkan, kemudian istirahat beberapa saat. Namun, berbarengan dengan penjemuran selama 15—30 menit mengedokkan tanpa istirahat. Waktu penjemuran di matahari pagi sejak pukul 07.30—10.00. Rajin mengedokkan membuat mental ikan baik dan siap berkompetisi. Serangkaian perawatan ala Septian terbukti menghasilkan ikan jawara.
Salah satunya ikan metallic light single tail male show plakat milik Victor Hartanto dengan penanganan ala Septian berhasil meraih best of show pada kontes cupang internasional di Bali pada 10—12 Mei 2019. Patria pun mendapat hasil karena melakukan perawatan intensif, klangenannya meraih juara ke-1 di kelas Female Solid Color Show Plakat. (Muhamad Fajar Ramadhan)
