Harga cabai yang naik turun membuat banyak orang memilih menanamnya sendiri. Selain hemat, cabai dalam pot juga bisa jadi hiasan pekarangan yang menarik.
Suci, warga Depok, menanam cabai rawit untuk kebutuhan sambal harian. Ia merasa lebih praktis dan murah dibanding harus membeli setiap hari.
Menurut Prof. Dr. M. Syukur dari IPB University, semua jenis cabai bisa ditanam di pot. Namun, jenis hibrida lebih tahan terhadap hama dan hasilnya lebih stabil.
Cabai rawit varietas hijau juga cocok ditanam dalam pot. Prof. Syukur menyarankan membeli benih di toko pertanian agar kualitasnya terjamin.
Benih dari cabai pasar sebenarnya bisa digunakan, tetapi hasilnya kurang optimal. Jika digunakan terus menerus, kualitas tanaman akan menurun dan lebih rentan terserang penyakit.
Gunakan media tanam berupa campuran tanah, pupuk kandang, dan sekam. Perbandingan bisa 2:1:1 atau 1:2:3 agar media gembur dan kaya nutrisi.
Media tanam dapat digunakan hingga tiga kali pemakaian. Namun, sebelum digunakan kembali, sebaiknya dijemur 1–2 hari agar terbebas dari cendawan.
Semai benih di cocopeat, pasir, atau kapas hingga tumbuh 3–4 daun sejati. Setelah satu bulan, bibit bisa dipindah ke pot berdiameter minimal 30 cm.
Pemupukan bisa dilakukan setiap minggu menggunakan pupuk NPK seimbang. Larutkan 3–5 gram pupuk dalam satu liter air dan kocorkan 250 ml per tanaman.
Pemupukan juga bisa dilakukan dengan sistem tetes seperti pada hidroponik. Caranya, larutkan satu sendok teh pupuk daun ke dalam 1,5 liter air dan masukkan ke botol bekas air mineral berukuran sama.
Lubangi tutup botol dengan peniti lalu letakkan di dekat pangkal tanaman cabai. Pupuk akan menetes perlahan ke media dan mencukupi kebutuhan tanaman selama 4–5 hari.
Menurut Sudadi, pupuk daun dipilih karena mengandung unsur mikro penting untuk pertumbuhan cabai. Cara ini praktis dan membantu menjaga asupan nutrisi secara bertahap.
Penyiraman dilakukan setiap hari, terutama setelah tanaman berumur tiga bulan. Pada usia ini akar cabai lebih aktif dan cepat kering.
Untuk merangsang pertumbuhan cabang, potes tajuk tanaman 1,5 bulan setelah pindah tanam. Ulangi pemangkasan setiap 2–4 minggu agar tanaman makin rimbun.
Letakkan pot di tempat yang terkena sinar matahari penuh. Tanaman cabai memerlukan cahaya langsung agar tumbuh optimal dan produktif.
Cabai rawit mulai berbuah setelah tiga bulan tanam. Sementara cabai merah besar umumnya panen setelah 75 hari.
Satu pot cabai rawit dapat menghasilkan 20 buah per minggu. Panen mencapai puncak pada minggu ke-4 hingga ke-6 dengan hasil sekitar 1,5 ons atau 40 buah per tanaman.
Masa produksi cabai rawit lebih lama dibanding cabai merah besar. Tanaman bisa tetap produktif hingga tiga tahun.
Dengan perawatan sederhana, menanam cabai di pot bisa jadi solusi menghadapi harga pasar yang mahal. Selain itu, memetik cabai segar dari halaman sendiri tentu lebih memuaskan.
