Monday, January 26, 2026

Rawat Duri Hitam

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus — Josia Lazuardi menanam bibit ochee dengan jarak tanam bervariasi. “Jarak tanam disesuaikan dengan kondisi lahan,” ujarnya. Di lahan itu sebelumnya tumbuh durian jenis lain hasil penanaman setahun sebelumnya. Pada penanaman berikutnya barulah Josia mengatur jarak tanam seragam, yaitu 10 m x 10 m. Artinya, populasi sehektare lahan hanya 100 pohon.

Pria yang hobi bertopi koboi itu mengebunkan ochee secara intensif. Tidak berbeda jauh dengan musang king, ia menanam ochee pada lubang tanam yang tidak terlalu lebar. Pasalnya, bibit ditanam di dalam polibag berdiameter 7 cm. Sebelum menanam ia menaburkan 2 genggam dolomit dan 2 sendok makan fungisida berbahan aktif karbofuran. Itu untuk mencegah penyakit tular tanah akibat cendawan.

Josia mulai memupuk setelah bibit bertunas baru, dua pekan kemudian. Pada pemupukan awal ia menyemprotkan pupuk daun ke seluruh tajuk setiap dua pekan. Tujuannya untuk menggenjot pertumbuhan vegetatif. Pria yang juga berternak lebah madu itu memberikan pupuk NPK setiap 3 bulan sekali. Dosis tergantung umur tanaman setelah tanam.

Rangsang buah
Ketika awal tanam Josia hanya memberikan 2 sendok makan pupuk NPK berimbang (16:16:16) di sekeliling tanaman di bawah tajuk. Semakin bertambah umur pohon dosis pupuk meningkat. Pada umur 1—2 tahun Josia memberikan segenggam pupuk NPK, umur 3—4 tahun 2 genggam, dan umur 5 tahun 5 genggam.

Penyemprotan fungisida setiap bulan saat kemarau untuk mencegah serangan hama dan penyakit tanaman. Saat musim hujan frekuensi penyemprotan menjadi setiap dua pekan. “Pada saat musim hujan biasanya rawan serangan cendawan sehingga harus lebih sering disemprot fungisida,” tuturnya. Sementara insektisida disemprotkan saat terjadi gejala serangan seperti daun berlubang atau terdapat gerombolan kutu putih di beberapa daun.

Untuk penyiraman Josia mengeluarkan biaya mahal karena harus menyedot air dari danau yang berjarak 100—300 m menggunakan pompa. Danau itu sebelumnya bekas galian pasir. Lama-kelamaan bekas galian pasir itu menampung air hujan sehingga terbentuk danau. “Saya lebih baik mengeluarkan investasi besar di awal daripada harus membayar tenaga kerja saat kemarau hanya untuk menyiram tanaman,” ujar Josia.

Di ujung pipa ia memasang kran yang nantinya tersambung ke selang-selang penyiraman. Penyiraman hanya saat kemarau. Pada 2015 saat pohon berumur 2 tahun, Josia merangsang buah dengan cara stres air pada saat kemarau, tetapi bunga rontok. “Saya memperkirakan pada umur itu ochee mulai belajar berbuah,” ujarnya. Ia menghentikan penyiraman maksimal selama 2 bulan.

Respons terhadap perlakuan itu berbeda-beda. Pada pohon yang sudah siap berbunga, sebelum masa stres air berakhir di percabangan mulai tampak bakal bunga. Pada saat itulah Josia menghentikan stres air dengan kembali menyiram pohon dan mulai memberikan pupuk NPK berkadar fosfor tinggi. Dosis dan cara pemberian pupuk sama dengan ketika pemberian pupuk daun. (Tiffani Dias Anggraeni)

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img