Friday, January 16, 2026

Rayakan Kemerdekaan Bersama 10.000 Petani Indonesia, Syngenta Indonesia Edukasi Teknologi Pertanian pada Petani

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Syngenta Indonesia memeringati hari Kemerdekaan Indonesia Ke-79 bersama lebih dari 10.000 petani di seluruh Indonesia. Rangkaian kegiatan peringatan itu seperti edukasi lapangan, olah raga, dan ragam lomba menarik dengan tema #JejakBaruPetaniMaju.

Kegiatan itu berlangsung  di Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Palembang, Lampung, Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Tengah pada 17—31 Agustus 2024.

“Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk komitmen Syngenta Indonesia dalam mendukung pemerintah dalam mencapai Indonesia Maju 2045, tentunya dari sektor pertanian dengan mengedukasi petani mengenai teknologi-teknologi Syngenta Indonesia yang dapat mendukung peningkatan produktivitas hasil panen,” ujar Campaign and Digital Manager Syngenta Indonesia Wahyu Pradipta.

Melalui kegiatan #JejakBaruPetaniMaju Syngenta Indonesia melakukan kegiatan edukasi mengenai teknologi pertanian untuk peningkatan produktivitas pertanian dan berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia.

Tema #JejakBaruPetaniMaju menjadi salah satu upaya Syngenta Indonesia dalam memperkenalkan teknologi baru dengan kegiatan edukasi. Musababnya melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan dari para petani, maka transfer teknologi dapat berjalan dengan baik dan efektif.

Harapannya transfer teknologi dari hasil penelitian selama puluhan tahun menjadikan petani mampu untuk memecahkan permasalahan usaha tani dan menghasilkan produktivitas lebih tinggi. Hal itu demi meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia.

“Kami mendesain pola edukasi yang baru yang lebih kreatif dan menarik untuk para petani Indonesia. Pola edukasi di lapangan, kegiatan-kegiatan di lahan pertanian yang melibatkan keseruan dan keceriaan karena disertai dengan permainan yang menarik,” ujar  Marketing Head Syngenta Indonesia, Suhendro.

Lebih lanjut ia menuturkan kegiatan itu seperti jambore petani, kegiatan pameran, aktivasi teknologi, kegiatan kultural, dan perlombaan-perlombaan yang menarik lintas generasi.

Ia menuturkan jambore petani berlangsung  di Karawang, Jawa Barat, Pringsewu, Lampung, dan Solo, Jawa Tengah bersama hampir 3.500 petani.

Edukasi teknologi Vestoria pengendali hama wereng cokelat, kemudian dilanjutkan dengan edukasi teknologi Score sebagai “real booster padi” dan pengendalian cendawan penyebab penyakit padi, serta teknologi Amistar untuk memaksimalkan pengisian bobot pada gabah padi.

Kegiatan lain yakni pameran teknologi Adepydin sebagai teknologi yang memberikan performa tanaman yang sehat dan bebas penyakit. Tanaman sehat akan mendorong peningkatan kualitas dan produktivitas panen.

Teknologi Adepydin itu untuk tanaman bawang daun, tomat, dan kentang dilakukan di Magelang, Jawa Tengah, Kuburaya, Kalimantan Barat, dan Kerinci, Sumatra Barat kepada 3.000 petani sayuran. Kegiatan itu dengan senam sehat bersama.

Wahyu memaparkan bahwa untuk menambah semarak kemerdekaan Indonesia, proses edukasi transfer teknologi Plinazolin, teknologi Adepydin, teknologi Tinivion, teknologi Amistar, dan teknologi Score juga dilakukan dengan mempromosikan relevansi kultural seperti kesenian irama minang di Sumatra Barat.

Kegiatan lain seperti  perlombaan menangkap hewan di Sumatra Utara dan perlombaan khas kemerdekaan kompetisi olahraga, perlombaan tarik tambang, perlombaan lari, lomba tanaman sehat, perlombaan memancing atau mandurung, perlombaan hias kapal, di sebagian besar wilayah di Jawa, Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi dengan melibatkan lebih dari 10,000 petani padi dan sayuran.

Wahyu menuturkan kegiatan-kegiatan yang bersifat olah raga dan menarik untuk dilakukan, sesuai dengan permintaan petani akan tetap dilakukan dan akan menjadi kebiasaan agar Syngenta Indonesia dapat selalu berinteraksi dengan petani secara lebih dekat lagi.

“Kegiatan-kegiatan tersebut seperti edukasi di lahan pertanian merupakan salah satu komitmen kami dalam meningkatkan pemahaman petani akan teknologi pertanian yang lebih maju dan mampu memberikan hasil yang lebih baik,” ujar  Wahyu. 

Ia menuturkan Syngenta Indonesia akan melanjutkan kegiatan serupa di Indonesia diikuti dengan pelatihan dan edukasi petani mengenai teknologiteknologi Syngenta serta praktek budidaya yang baik untuk mendukung keberhasilan budidaya petani.

“Syngenta Indonesia akan terus berkomitmen untuk menjadi pusat inovasi teknologi pertanian dan menjadi mitra terpercaya petani Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan keluarga,” ujarnya.

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img