Trubus.id — Sektor peternakan domba memiliki prospek yang menguntungkan. Itulah sebabnya Rayndra Syahdan Mahmudin, S.S.T., M.M.A., pemuda yang mengantongi gelar Magister Manajemen Agribisnis itu memilih terjun di dunia peternakan.
Peternak di Dusun Semen, Desa Trenten, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, itu mampu mendapat omzet minimal Rp130 juta–Rp260 juta setiap bulan dari perniagaan domba.
Tentu saja, pendapatan itu jauh lebih besar dibanding gaji bulanan rata-rata pegawai di Kabupaten Magelang dan sekitarnya. Pemuda 27 tahun itu mengatakan, pasokan domba baru 3% dari total permintaan dalam kondisi normal—di luar Idulqurban.
Rayndra tertarik berbisnis domba karena kebutuhan daging domba sangat tinggi. Selain permintaan untuk tukang satai, domba sering digunakan untuk syukuran, serta kelahiran anak dan kurban.
Itulah sebabnya ia terus berupaya meningkatkan produksi, dengan cara mengembangkan kemitraan di Magelang sejak 2017. Para mitra memperoleh domba berumur 4–5 bulan untuk pembesaran dari Rayndra.
Rayndra menekankan agar peternak mitra menghindari pemberian pakan pada pukul 11:00–14:00 WIB. Sebab, pada saat itu ternak mengalami proses remastikasi alias proses pengunyahan kembali pakan. Akibatnya, penyerapan nutrisi pakan tidak maksimal.
Setelah dua bulan, Rayndra menampung semua domba hasil pembesaran mereka. Tidak ada sistem bagi hasil. Rayndra membeli sesuai harga bobot per kilogram. Misalnya, saat panen bobot domba 25 kg, peternak mitra mendapatkan uang Rp1,250 juta.
Selanjutnya, dipotong biaya bakalan Rp825.000 per ekor dan biaya pakan Rp240.000. Setiap mitra memelihara 23–25 ekor domba. Artinya, sekali panen mereka untung bersih Rp4,2 juta.
“Saya ingin membangun ekosistem wirausaha bidang peternakan yang menguntungkan di daerah saya,” ujar Rayndra.
Rayndra mengawali ternak domba dengan pembiakan karena sulit mencari bakalan untuk penggemukan. Modal berbinsis Rp30 juta berasal dari Kementerian Pertanian setelah Rayndra lolos program Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP). Modal itu terus berputar hingga ratusan juta. Ia membuktikan kepada orangtuanya, menjadi peternak domba juga bisa sejahtera.
