Trubus.id—Gejala klinis penuaan kulit berupa kulit kering dan berkeriput. Penyebab kulit menua terbagi menjadi faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi keturunan, ras, hormon, penyakit sistemik kronis seperti diabetes mellitus, dan malnutrisi.
Sementara faktor eksternal terdiri atas sinar matahari, radikal bebas, dan perawatan kulit yang salah. Penuaan kulit terutama terjadi pada bagian tubuh yang sering terpapar sinar matahari seperti wajah, leher, dan tangan.
Pancaran sinar matahari berlebih menyebabkan produksi melanin meningkat. Hormon itu bertanggung jawab terhadap pembentukan pigmen hitam kulit. Akibatnya kulit tampak kusam dan kurang bercahaya. Untuk mengatasi penuaan kulit, masyarakat lazim menggunakan krim kosmetik. Penggunaan krim harus sesuai kondisi kulit.
Lazim menggunakan humektan berupa gliserin. Kadar gliserin yang tinggi meningkatkan kesan lengket dan hangat sehingga tidak nyaman saat krim dioleskan ke kulit.
Menurut herbalis di Jakarta Utara, Ning Harmanto, beragam herbal seperti daun pegagan, daun ashitaba, dan daun sirsak juga berkhasiat melembapkan kulit. Ning membuat kombinasi herbal itu dalam bentuk krim agar praktis.
Bahan alami lain yakni itu biji klabet. Galaktomanan dan diosgenin dalam kelabet berperan melembapkan kulit. Caranya galaktomanan menarik uap air di lingkungan lalu menyimpan uap air itu di kulit sehingga menjadi lembap.
Selain itu diosgenin juga mempengaruhi elastisitas kulit. Selain memperindah kulit, kelabet juga memiliki fungsi lain. K Heyne dalam Tumbuhan Berguna Indonesia menyatakan kelabet digunakan sebagai bahan pembuatan parem dan minyak rambut serta pengurang rasa sakit.
Menurut British Broadcasting Corporation (BBC) biji kelabet yang berbentuk kubus berwarna kuning seringkali digunakan untuk pembuatan acar, serbuk kari, dan pasta kari dalam masakan India.
