Sunday, May 31, 2026

Gencar Dorong Produksi Karet Indonesia, Kementan Gelar Pengendalian Jamur Akar Putih pada Tanaman Karet di Mempawah

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan bersama UPT Balai Proteksi Tanaman Perkebunan (BPTP) Pontianak melakukan pengendalian Penyakit Jamur Akar Putih (JAP) pada lahan tanaman karet seluas 25 hektare (ha).

Lokasi itu tepatnya di kebun karet milik Kelompok Tani Mandiri di Desa Dema, Kecamatan  Anjungan, Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat.  Hal itu demi mendorong produksi karet Indonesia.

Direktur Jenderal Perkebunan Andi Nur Alam Syah menuturkan bahwa karet merupakan salah satu komoditas ekspor unggulan di Kalimantan Barat. Terdapat sekitar 99,32% kebun karet rakyat di Kalimantan Barat. Sehingga penting dilakukan pengendalian tanaman karet secara berkala.

Kegiatan itu juga berdasarkan hasil mapping dan koordinasi kegiatan perlindungan dengan Dinas setempat. Selain itu juga bentuk tanggapan laporan terhadap adanya serangan JAP di pekebun karet.

“Kita harus merespons cepat serangan tersebut agar tidak  semakin meluas dampaknya, serta hasil produksi terkendali dan terjaga mutu kualitasnya,” ujar Andi Nur.  Data Direktorat Jenderal Perkebunan menunjukkan luas  lahan perkebunan karet di Kabupaten Mempawah 7.191 ha.

Produksi karet mencapai 2.961 ton dengan estimasi produktivitas mencapai 652 kg per ha. Kontribusi petani sebanyak 4.850 petani. Berdasarkan data Sipasibun harga karet per Januari 2024 di Kalimantan Barat mencapai Rp7.333 per kg.

Estimasi nilai produksi karet di Kabupaten Mempawah mencapai Rp23.208.945.000. “Ini membuktikan keberlangsungan karet berdampak signifikan terhadap kebutuhan petani.  Untuk itu mari kita perkuat dan jaga keberlanjutan karet Indonesia,” ujar Andi Nur.

Lebih lanjut, Andi Nur menekankan untuk segera melakukan penanganan yang tepat untuk JAP. Harap mafhum jamur itu menyerang tanaman paa semua fase, mulai dari pembenihan hingga tanaman menghasilkan. Sehingga tanaman karet yang terserang mudah tumbang.

Serangan berat JAP dapat mengakibatkan kematian terutama pada tanaman berumur 2—6 tahun. Kegiatan lain yang tak kalah penting yakni cara memancing hifa atau miselia  jamu R.microporus melalui metode mulching. Tujuannya untuk mendeteksi tidak adanya serangan JAP.

“Pengendalian penyakit JAP di Kabupaten Mempawah ini dilakukan secara swadaya  oleh kelompok tani setepat yang didampingi tim Brigade Proteksi Tanaman Perkebunan BPTP Pontianak. Melalui pengendalian JAP diharrapkan produktivitas tanaman karet semakin berkualitas dan kesejahteraan peteni pun ikkuit meningkat,” pungkas Andi Nur pada laman Ditjenbun.


Artikel Terbaru

Cara Tepat Mengemas, Menyimpan, dan Mengolah Daging Kurban agar Tetap Segar dan Sehat

Trubus.id-Momen Hari Raya Iduladha selalu diiringi dengan melimpahnya persediaan daging kurban di tengah masyarakat. Namun, keterbatasan waktu dan kapasitas...

More Articles Like This