Trubus.id — Tanduk bagi domba laksana rambut kaum hawa. Keindahan dan kesempurnaannya harus terjaga. Jika kurang sempurna, cukup direparasi. Reparasi tanduk sering dilakukan kala bentuk tidak simetris alias tidak seimbang.
Tanduk yang asimetris berpengaruh terhadap penilaian domba dalam kontes dan harga jual domba. Tanduk tidak sempurna biasanya karena faktor pemeliharaan saat masih kecil. Misalnya, salah satu tanduk dijadikan tumpuan saat domba tidur.
Lama-kelamaan pertumbuhannya tertinggal dan tidak sempurna dibanding tanduk satunya sehingga tidak seimbang. Solusi mencegahnya, cukup letakkan balok kayu pada sisi-sisi kandang.
Tujuannya, agar saat merebahkan tubuh, bobot tubuh tertahan balok dan tanduk tidak bersinggungan dengan dinding kandang. Reparasi tanduk tidak bisa dilakukan sembarangan. Umur domba yang direparasi minimal 2 tahun.
Kurang dari itu reparasi bisa menyebabkan kerusakan syaraf dan membuat trauma sehingga domba tidak mau bertarung alias “aksi”. Pada umur itu reparasi hanya bisa dilakukan di bagian ujung tanduk. Untuk mereparasi bagian pangkal hingga tengah, umur domba minimal 2,5 tahun.
Reparasi sebagai langkah terakhir menanggulangi masalah estetika tanduk. Yang utama adalah perawatan domba sejak berumur 3 bulan. Caranya dengan pembutrikan. Pembutrikan dilakukan dengan mencukur bulu di sekitar pangkal tanduk hingga tandas.
Dengan pembutrikan, persaingan perolehan nutrisi antara bulu dan tanduk terhindar. Tanduk menjadi padat dan tidak mudah keropos. Jika keropos, rentan pecah ketika berantem. Bulu yang lebat juga dapat menghalangi pembentukan tanduk.
Selain asupan nutrisi, pertumbuhan tanduk dapat dipacu dengan rutin mengompreskan air dingin ke ujung tanduk yang baru muncul. Peternak lain ada yang menggunakan urea. Caranya, urea dilarutkan dalam air secukupnya, lalu dioleskan ke tanduk.
Pengolesan rutin sepekan sekali hingga tanduk berukuran 10 cm. Jangan terlalu sering karena bisa menyebabkan tanduk rapuh akibat pertumbuhan yang terlalu cepat. Setelah tumbuh, rawatlah tanduk dengan rutin membersihkan bagian pangkal menggunakan sikat gigi yang sudah diberi sabun atau cairan antiseptik.
Tujuannya, agar tanduk bersih dan tidak terkena serangan hama dan penyakit. Lalu agar lebih bersih, oleskan minyak kayu putih ke pangkal tanduk. Tanduk dilumuri dengan margarin atau minyak kemiri agar mengilap. Jika penampilan tanduk sempurna dan kinclong, harga jual pun terkerek.
