Friday, January 16, 2026

Riset Durian Varietas Unggul Kawuk Raja

Rekomendasi
- Advertisement -

Indonesia kini memiliki durian varietas unggul hasil riset. Varietas itu bernama durian Kawuk Raja, durian lokal asal Madiun, Jawa Timur, yang dikembangkan melalui riset hortikultura Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Durian Kawuk Raja menjadi salah satu capaian utama riset hortikultura BRIN sepanjang 2025. Varietas tersebut telah melewati tahapan validasi lapang, analisis mutu, serta proses pendaftaran varietas, dan saat ini tengah dipersiapkan menuju pelepasan varietas sekaligus pengajuan Indikasi Geografis (IG).

Capaian riset tersebut dipaparkan dalam Rapat Koordinasi dan Monitoring Evaluasi (Rakor–Monev) Akhir Tahun 2025 yang diselenggarakan Pusat Riset Hortikultura (PR Hortikultura), Organisasi Riset Pertanian dan Pangan (ORPP) BRIN, di Hall ICC Kawasan Sains dan Teknologi Soekarno, Cibinong, Selasa (9/12).

Selain durian Kawuk Raja, BRIN juga melaporkan perkembangan salak merah Salak Sarah asal Tabanan, Bali, yang kini memasuki tahap lanjutan pengembangan sebagai bagian dari penguatan komoditas hortikultura berbasis sumber daya genetik lokal. Pada komoditas lain, PR Hortikultura mencatat keberhasilan pengembangan stroberi unggul Sageti dan Mesarang yang telah diuji lapang serta menunjukkan ketahanan penyakit dan performa agronomis yang baik.

Di bidang teknologi budidaya, riset perbenihan berbasis endofit mulai diadopsi petani melalui program kemitraan daerah di Magetan. Penerapan standar operasional prosedur (SOP) perbenihan dan penguatan kelembagaan dinilai mempercepat adopsi inovasi di tingkat budidaya.

Kepala Pusat Riset Hortikultura BRIN, Dwinita Wikan Utami, mengatakan bahwa BRIN saat ini memasuki fase penting hilirisasi riset. “Setiap output riset harus mampu menjawab kebutuhan pengguna, industri, dan pemerintah daerah. Evaluasi akhir tahun menjadi momentum strategis untuk memetakan kekuatan dan peluang riset, sekaligus memperkuat kesiapan inovasi menuju tahap pemanfaatan,” ujarnya melansir pada laman BRIN.

Kegiatan yang berlangsung secara hybrid tersebut diikuti lebih dari 200 sivitas PR Hortikultura. Rakor–Monev menjadi ajang meninjau capaian riset, mengidentifikasi kendala, serta memantapkan strategi hilirisasi inovasi untuk tahun mendatang.

Kepala ORPP BRIN, Puji Lestari, menegaskan bahwa monitoring dan evaluasi merupakan instrumen strategis untuk menjaga produktivitas periset. Menurutnya, periset merupakan aktor kunci dalam menghasilkan data, teknologi, dan inovasi, sehingga dukungan terhadap fasilitas laboratorium, sarana pendukung, dan infrastruktur riset perlu terus diperkuat.

Puji juga menyoroti pentingnya penetapan home base periset sebagai peluang memperluas kemitraan dengan pemerintah daerah dan memperkuat implementasi riset di tingkat wilayah. Ia mendorong periset meningkatkan kontribusi pada luaran yang berdampak langsung bagi pengguna dan masyarakat.

Melalui Rakor–Monev 2025, BRIN menegaskan komitmennya membangun ekosistem inovasi hortikultura yang terintegrasi, melibatkan peneliti, pemerintah daerah, perguruan tinggi, hingga mitra industri. Dengan strategi hilirisasi yang terukur, riset hortikultura diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, nilai tambah, dan keberlanjutan sektor hortikultura nasional.

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img