Sunday, January 25, 2026

Saat Tepat Besarkan Rajungan

Rekomendasi
- Advertisement -
Krablet atau benih rajungan harus
sehat dan gesit.

Peternak kini dapat membesarkan rajungan di tambak. Salinitas tinggi bukan masalah.

Trubus — Pada pertengahan Agustus—November, tambak Nur Rohman “menganggur” lantaran salinitas terlampau tinggi, mencapai 65 ppt. Lazimnya salinitas tambak mengikuti salinitas air laut yang hanya 35 ppt. Kenaikan kadar salinitas itu karena musim kemarau sehingga konsentrasi kadar garam meningkat. Akibatnya petambak di Desa Berahan Wetan, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, itu berhenti membudidayakan komoditas apa pun di tambak karena pertumbuhannya tidak optimal.

Namun, pada 2018 Rohman sukses memanfaatkan tambak untuk budidaya rajungan Portunus pelagicus. Semula masyarakat menangkap rajungan di lautan lepas. Namun, sejak 2017 Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara sukses membudidayakan rajungan. Rohman memanen perdana rajungan pada November 2018. Dari lahan 5.000 m2 ia memanen 50 kg satwa anggota famili Portunidae itu. Bobot rajungan hasil pembesaran selama 3 bulan itu rata-rata 50 gram per ekor.

Ia membesarkan rajungan secara tradisional. BBPAP Jepara yang membudidayakan rajungan secar intensif memanen 200 gram per ekor dalam 3 bulan. Harga blue swimming crab saat ia panen Rp60 ribu per kg. “Padahal kalau saya bisa panen pada Oktober, harga rajungan mencapai Rp90.000–Rp100.000 per kg,” kata pria berumur 49 tahun itu. Petambak sejak 1989 itu meraup laba bersih Rp4 juta dari budidaya rajungan.

Periset di BBPBAP Jepara, Eddy Nurcahyono, S.Pi. mengatakan, “Pembenihan rajungan sangat memungkinkan untuk dilakukan pada skala rumahan”. Menurut pengawas perikanan pertama itu, hal yang perlu diperhatikan dalam pembenihan adalah penyediaan tambak individu untuk indukan, pakan alami larva berupa rotifera, serta naungan tempat rajungan menempel. Perekayasa pertama BBPBAP Jepara, Bayu Romadhona, S.Pi., M.Si., menyarankan peternak memilih krablet-krablet berukuran seragam—panjang karapas 5 mm hingga 20 mm—demi menghindari kanibalisme, gerakan lincah, berkaki utuh, dan tidak sedang moulting. (Tamara Yunike/Peliput: Sinta Herian Pawestri)

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img