Friday, May 24, 2024

Sabun Kertas Ramah Lingkungan Kreasi Mahasiswa Unair

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id— Mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) menciptakan sabun kertas ramah lingkungan. Sabun tersebut berbahan dasar limbah sayur dan buah-buahan yang telah mengalami fermentasi.

Salah seorang yang membuat sabun itu, Bernika Citra, mengatakan sabun kertas yang dibuat berbahan dari limbah sayur dan buah-buahan. Limbah itu difermentasi kurang lebih selama 3—6 bulan.

Setelah mengalami fermentasi, olahan limbah sayur dan buah-buahan mendapat tambahan berupa cairan untuk pembuatan sabun kertas (paper soap). Cairan tersebut diaplikasikan pada water soluble paper, lalu tunggu hingga kering dan sabun kertas siap digunakan.

Bernika menyebut pemilihan limbah sebagai bahan dasar, bermula dari rasa kepedulian terhadap besarnya jumlah limbah di dunia. Oleh karena itu, Bernika dan tim berupaya mencari inovasi pengelolaan limbah yang bermanfaat dan ramah lingkungan.

“Kami mengamati tingginya limbah di dunia utamanya di Asia, sehingga kami mencari inovasi pengelolaan limbah yang mampu diubah menjadi suatu produk yang bermanfaat,” ujar Bernika, dilansir dari laman Universitas Airlangga.

Bernika dan tim, menamai sabun ramah lingkungan itu T-Soap (Travel Friendly Paper Soap). Sabun tersebut memiliki beragam kelebihan. Selain mampu mengatasi permasalahan limbah, gagasan Bernika bersama tim juga mampu menjadi solusi atas masalah kesehatan khususnya bagi para traveller.

Mereka melihat, para traveller merupakan kelompok yang rentan terjangkit penyakit akibat mikroba saat bepergian. Oleh karena itu, mereka menciptakan sabun yang tidak hanya praktis tetapi juga aman karena tidak menggunakan bahan kimia dalam pembuatannya.

Selain itu, sabun ini juga memiliki sifat anti bakteri, khususnya terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. “Sabun yang kami ciptakan juga memiliki keunggulan lain yaitu sifatnya yang praktis, efisien, ramah lingkungan, dan tanpa bahan kimia,” paparnya.

Bahkan sabun T-Soap kreasi Bernika dan tim itu berhasil memenangkan kompetisi internasional World Young Inventors Exhibition (WYIE) 2023 dan berhak membawa pulang medali emas ke tanah air.

Kompetisi itu diselenggarakan oleh International Invention, Innovation, and Technology Exhibition (ITEX) dan berlangsung pada 10—13 Mei, 2023 di Kuala Lumpur Convention Center, Malaysia. 

“Harapan saya, adanya prestasi ini dapat memantik mahasiswa untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama Unair di kancah internasional,” ujar Bernika.

Sebagai informasi, tim penggagas sabun T-Soap itu di antaranya Bernika Citra, Ria Chusnita, Intan Fairuz Zakia, Nuzula Maghfiro, Yahya Bachtiar Ivansyah, dan Bakdiyatul Mukarromah.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Panen Cuan dari Berbisnis Domba Menjelang Hari Raya Idul Adha

Trubus.id—Peternak asal Desa Lampeji, Kecamatan Mumbulsari, Kabupaten Jember Provinsi Jawa Timur, Mohammad Huda Khairon dapat menjual 4.000 domba menjelang...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img