Wednesday, August 17, 2022

Sansevieria Yang Tampil Beda di Tepi Bangkok

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Satu kali ia berhenti sambil menunjuk lidah mertua berdaun gemuk dan kompak berwarna hijau berbelang kuning. Kepala Pramote menggeleng sambil membisikkan anggota famili Agaveceae itu tidak dijual.

Bukan tanpa alasan bila Ciu—sapaan akrab Pramote—enggan melepas koleksi lidah mertua di kebun. Maklum yang dikumpulkan pemilik Unyamanee Garden itu bukan sembarang sansevieria. “Saya hanya mengoleksi sansevieria mutasi. Bisa variegata atau kristata,” katanya. Beberapa jenis mengalami mutasi di kebun Ciu. Pantas jika koleksi satu-satunya itu tidak dilepas pada kolektor lain.

Sebut saja misalnya Sansevieria pinguicula yang ditunjuk kolektor asal Jepang itu. Bentuknya saat kecil mirip agave. Daun pendek membulat dan cenderung gemuk. Susunan daunnya cantik membentuk seperti mahkota. Pantas ia dijuluki queen of sansevieria alias sang ratu lidah mertua.

Langka

Pramote mendapat induk sang ratu sebagai hadiah dari seorang teman yang melancong ke Amerika Serikat. Mulamula warna daun hijau dengan sedikit garis kuning. Namun, sejatinya di alam sansevieria yang pertama kali ditemukan oleh Peter Bally pada 1964 itu berdaun hijau pucat sampai kebiruan.

Saat beranak-pinak, dari 5 anakan ternyata 2 berbelang kuning lebih banyak. Sisanya kembali hijau. “Ini langka sekali,” kata Pramote. Saat ini si belang baru berdiameter seukuran tatakan gelas setinggi 5 cm. Saat dewasa tinggi tanaman berjuluk walking sansevieria itu bisa mencapai 60 cm.

Jenis lain yang tak kalah langka, lidah mertua berdaun lancet dan tipis. Garisgaris tipis dan tebal berwarna kuning terang hadir di setiap helai daun yang semula hijau. Tajuk daun membentuk seperti air mancur. Uniknya corak variegata kian kentara pada setiap generasi anakan. Pantas sansevieria itu jadi salah satu favorit Ciu.

Mudah bermutasi

Di salah satu sudut kebun, Trubus melihat lidah mertua berdaun berbentuk silindris membentuk tajuk seperti kipas. Sansevieria stuckyii dalam pot plastik hitam berdiameter 50 cm itu semula bermotif belang-belang hijau muda dan tua. Yang istimewa dari tanaman induk itu muncul anakan berwarna kuning terang.

Yang tak kalah cantik ialah lidah mertua berdaun pedang seperti Sansevieria trifasciata yang lazim ditemukan di Indonesia. Namun, si pedang yang satu ini memiliki corak unik: hijau tua berbelang hijau muda pucat. Ukuran daun lebih kecil seperti daun suji, tajuk lebih kompak.

Dari ratusan jenis lidah mertua mutasi, jenis mason congo yang paling banyak dimiliki. “Jenis ini mudah bermutasi,” kata Ciu. Masoniana “asli” berdaun lebar, tipis, dan kaku dengan corak burik-burik. Ukurannya kira-kira selebar tangan orang dewasa jika diregangkan. Di kebun pemulia aglaonema itu mason congo hadir dalam berbagai variasi. Ada yang berbelang hijau dan kuning dengan tegas. Ada pula yang bercorak gradasi hijau tua ke hijau muda. Atau berselang-seling garis hijau muda dan hijau tua.

Meski relatif mudah bersalin rupa, toh harga Sansevieria mason congo mutasi tetap mahal. Dalam salah satu situs di dunia maya, seorang kolektor menawarkan harga US$50 untuk sepot masoniana belang. Sementara yang “asli” hanya US$5.

Sinar bulan

Yang juga relatif mudah bersalin rupa ialah Sansevieria guineensis. Lidah mertua itu lazimnya berbentuk seperti tali busur yang sedang direntangkan. Warna hijau sedikit berburik. Di tangan Ciu lidah mertua asal Afrika Selatan itu beranakpinak dengan penampilan berbeda-beda. Sansevieria harum itu mirip sebilah pedang yang panjang dan sempit, sampai lebar tapi lebih pendek. Coraknya pun bervariasi. Dari yang putih dengan tepi hijau gelap hingga bergaris-garis tipis hijauhijau muda-kuning.

Tak melulu jenis langka, Ciu juga mengumpulkan jenis-jenis mutasi yang lazim. Misal Sansevieria trifasciata Hahnii dan Lourentii bermotif belang dan kristata membentuk mahkota melingkar. Sansevieria trifasciata Moonshine yang mestinya berwarna hijau keperakan seperti warna bulan purnama muncul dengan warna hijau pucat. (Evy Syariefa)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img