Friday, December 2, 2022

Piala Siliwangi V Meteor Melesat di Bumi Wiralodra

Rekomendasi

Sejak dikerek pukul 08.05 perkutut andalan Andrianto Lembono asal Surabaya itu terus melantunkan suara indahnya. Tak ayal, 100 rivalnya dibuat tak berkutik. Piala bergilir Panglima Daerah Militer Siliwangi pun untuk kedua kali direngkuh anak VP Dragon dan WAT Darussalam itu.

Sejak awal konkurs burung unggulan Selancar Bird Farm Surabaya itu sudah di atas angin dengan mendapat bendera 2 warna. Triyono, sang juri menilai suara depan Meteor 8 1/4, tengah 8 3/4, ujung 9, irama 8 1/2 , dan dasar suara 8 3/4. Saingan beratnya Gemilang yang berada di gantangan 66. Perkutut asal STP Bird Farm, Bandung, itu menempel ketat dalam pengumpulan nilai, 43.

Memasuki babak ke-3, suara kung Gemilang hanya sesekali terdengar. Giliran di gantangan 69 yang memberi perlawanan. Itulah Golden Boy milik tim Selancar Jakarta. Namun, di babak terakhir perkutut asal kandang Cakrawala itu tak mampu menandingi Meteor. Tak pelak, burung ternakan Wayang Bird Farm itu pun melangkah ke takhta tertinggi. Gemilang harus puas di urutan ke-2, disusul Golden Boy.

Bersaing ketat

Kompetisi tak kalah seru di kelas dewasa yunior. Di sana ada 6 blok, masing-masing diikuti 25 burung. Sejak babak awal Galunggung, perkutut milik Soegiharto asal Solo di gantangan 159 bersaing dengan Bintang Surya di gantangan 183. Sayang, di babak ke-3 andalan TH Haryono asal Pamekasan, Madura itu gagal menandingi keperkasaan Galunggung.

Di luar dugaan perkutut di gantangan 116 tampil memukau. Itulah Angin Surga milik Erwin asal Surabaya. Ia berhasil menandingi Galunggung hingga di babak akhir. Meski begitu, burung ring Pesona 88 itu hanya di posisi ke-3 karena sudah kalah dalam pengumpulan angka di awal lomba. Galunggung tetap mengukuhkan diri sebagai terbaik, disusul Bintang Surya di urutan ke-2.

Nasib kurang bagus dialami Kiwir Kiwir yang menempati gantangan 108. Suara kungnya hanya sesekali mengudara. Meski begitu perkutut andalan Gunawan asal Bekasi itu menempati urutan ke-8. “Kiwir Kiwir kurang fit, tapi apa boleh buat burung itu harus diikutkan lomba untuk mendapatkan poin,” katanya.

Kehormatan

Konkurs Siliwangi Cup V pada Juni 2004 itu salah satu agenda rutin yang ditunggu para mania kung di seantero Nusantara. Poinnya 30, pantas bila kontes ini dihadiri burung-burung kelas kakap yang berasal dari Pamekasan, Surabaya, Denpasar, Yogyakarta, Semarang, Bandung, Jakarta, bahkan Balikpapan. “Suatu kehormatan bagi kami untuk menyelenggarakan perhelatan besar. Ini untuk yang pertama kalinya,” kata Sahabudin, sekretaris Persatuan Pelestari Perkutut Seluruh Indonesia (PPPSI) korda Indramayu.

Lomba di lapangan olah raga Tridaya, Indramayu, Jawa Barat, itu dibuka Rudjianto, ketua umum PPPSI. Meski awan tebal menyelimuti kota berjuluk Bumi Wiralodra, konkurs yang berakhir pada 11.45 berlangsung sukses. Hobiis dengan sabar menunggu di pinggir lapangan. Sesekali kepala mereka ditutupi kerodong sangkar yang sudah disiapkan untuk mencegah tetesan air hujan. (Nyuwan SB)

 

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Alasan UGM Mendorong Konversi LPG ke Kompor Listrik

Trubus.id — Ketergantungan penggunaan kompor gas LPG terus meningkat. Itu yang menjadi salah satu alasan Pusat Studi Energi (PSE)...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img