Saturday, May 9, 2026

Nutrisi Kroto: Pakan Super untuk Burung Kicau & Ikan Hias

Rekomendasi
- Advertisement -

Kroto merupakan telur dan larva semut rangrang (Oecophylla smaragdina) yang sudah lama dipakai pehobi burung dan pemelihara ikan karena kandungan proteinnya tinggi. Informasi dasar komposisi nutrisi serangga pakan tercatat dalam buku Van Huis, Edible Insects, yang menegaskan bahwa serangga memiliki protein mudah cerna, lemak yang baik sebagai energi, serta mineral mikro. Dalam konteks budidaya pakan alami, kroto termasuk bahan yang relatif mudah diperoleh di Asia Tenggara dan punya potensi budidaya terkontrol.

Menurut telaah nutrisi protein serangga oleh Zhou & Liu dalam Insects Journal, profil asam amino serangga memiliki kandungan lisin, arginin, metionin, dan treonin yang tergolong lengkap. Oleh karena itu, cocok untuk pertumbuhan jaringan pada hewan kecil seperti burung dan ikan hias. Telaah ini juga menegaskan bahwa serangga dapat melengkapi kekurangan asam amino pada pakan komersial berbasis biji-bijian. Tidak heran kroto sering dijadikan topping pakan harian untuk kenari, murai batu, dan lovebird. Biasanya pemberian kroto saat masa kawin, penggantian bulu (mabung), atau pemulihan setelah stres lomba.

Penelitian analitis pada semut rangrang menunjukkan bahwa bagian tubuh dan “induk” (termasuk telur/larva yaitu kroto) memiliki kandungan protein dan lemak yang signifikan. Dalam studi “Nutrient Composition and Bioactive Components of Ants Oecophylla smaragdina” ditemukan kandungan protein kasar (crude protein/CP) antara 34,3 % hingga 59,1 % (Dry Weight) tergantung bagian tubuh semut. Bagian anterior tubuh antarnya menunjukkan CP tinggi, Sementara bagian gaster relatif tinggi lemak serta mineral dan beberapa vitamin/mineral mikro. 

Penelitian pada koloni semut rangrang domestik juga menunjukkan bahwa jenis pakan yang diberikan pada induk semut dapat memengaruhi kualitas dan kuantitas kroto. Studi oleh I Wayan Wahyudi dan rekan dari Fakultas Peternakan, Universitas Udayana, menemukan bahwa perlakuan pakan berbeda (misal daging babi, telur ayam, ulat, jangkrik) menghasilkan variasi dalam kualitas kroto. Pemberian makan babi memberi kadar protein, lemak, energi, fosfor, dan kalsium tertinggi pada kroto. Adapun perlakuan jangkrik memberi hasil kuantitas (jumlah telur) paling banyak. 

Untuk penerapannya sebagai pakan ikan hias atau ikan budidaya, riset E. Armawansah dan rekan  dari  Universitas Negeri Makassar menunjukkan bahwa penggunaan kroto dalam pakan ikan dapat berkontribusi pada pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila. Hal ini menegaskan bahwa kroto bukan sekadar umpan/pakan burung, tetapi juga potensi sebagai pakan ikan (bahan pakan) yang berprotein tinggi. (Naya Maura Denisa)


Artikel Terbaru

Medco Foundation Bekerjasama dengan Kelas Trubus Tingkatkan Kompetensi Guru di Barito Utara

Guru-guru dari berbagai pelosok Barito Utara menempuh perjalanan “tak biasa” ke Muarateweh untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Erni Iris menempuh...

More Articles Like This