Thursday, December 8, 2022

Seri Walet (85) Cara Cepat Memikat Walet

Rekomendasi

Itu pertanda burung berliur emas telah menghuni rumah yang disiapkannya 2 tahun lalu. Awalnya meski berbagai cara ditempuh untuk memikat walet, hasilnya mengecewakan. Bila akhirnya tamu yang diharapkan datang dan menetap, itu berkat ramuan perangsang bikinan sendiri.

Abeng—panggilan Ade H Yamani—yakin betul rumah berukuran 9 m x 12 m itu segera dihuni walet. Apalagi Collocalia fuciphaga itu acap kali keluar-masuk rumah. “Suhu dan kelembapan ruangan sudah oke. Dengan kondisi itu mestinya walet mau bersarang,” katanya. Namun, rumah yang dibangun pada 1996 itu hanya dijadikan arena bermain bagi walet.

Pria kelahiran Karawang, Jawa Barat, itu menduga aroma ruangan menyebabkan walet enggan tinggal dan membuat sarang. Untuk mengatasinya ia mencoba berbagai cara untuk memikat walet. Teknik memancing walet dengan cara menaburkan kotoran juga tidak membuahkan hasil. Ia menduga aroma kotoran kurang menyengat. “Mungkin sudah tercampur dengan bahan lain,” kata Abeng menduga-duga.

Ide untuk membuat ramuan berupa kocokan telur itik dan air juga diterapkannya. “Saya melihat telur walet yang jatuh dan menempel di dinding. Bau anyir diharapkan mampu memancing walet,” kata ayah 2 anak itu. Hasilnya, aroma anyir tercium di seluruh ruangan. Namun, bau itu paling bertahan hingga 2 minggu dan harus diulangi lagi sehingga dianggap kurang efektif.

Lebih lama

Menurut Abeng cairan perangsang berperan penting mengundang walet. Meski begitu hal lain turut pula diperhatikan, seperti teknik penataan ruang, kualitas cakram padat (CD), dan faktor lingkungan. Namun, “Banyak kasus yang saya tangani rumah waletgagal dihuni gara-gara bau gedung tidak dimaui walet,” kata konsultan walet itu.

Abeng meramu aroma pemikat sendiri. Bahan yang dipilih berupa kotoran walet yang sudah populer digunakan sebagai pemancing. Selain murah, juga mudah diperoleh di toko sarana walet. Meski begitu kotoran harus segar dan tidak tercampur dengan kotoran binatang lain, seperti kambing atau kelelawar.

Kotoran walet direndam dengan air dan diinapkan semalam agar terjadi reaksi antarkeduanya. Campuran itu disaring dengan kain kasa. Abeng menyebutnya dasar aroma tembok (DAT). Air itu kemudian disemprotkan ke seluruh permukaan dinding dalam ruangan dengan dosis 10 liter/50 m2. “Fungsinya hanya sekadar menghilangkan aroma tembok. Penyemprotan cukup sekali, setelah bangunan selesai,” ujar Abeng.

Langkah berikut meramu pemikat walet. Air saringan kotoran walet dan minyak ikan dengan perbandingan 30:20 diaduk rata. Volume minyak ikan berkebihan menyebabkan bau lebih menyengat sehingga mengundang serangga, seperti kecoak atau semut.

Abeng menyemprotkan cairan itu 10 hari setelah DAT. Dosisnya 10 liter untuk ruangan seluas 50 m2. Penyemprotan diulang kembali setiap 50 hari. “Itu pun tergantung luas bangunan. Mestinya bangunan yang lebih luas lebih sering disemprot karena aroma cepat menguap,” katanya.

Sarang beraroma

Selain dinding, Abeng juga menyemprotkan ramuan pada sarang imitasi yang terbuat dari kertas karton. (baca: Karton Pemikat Liur Emas, Trubus Juni 2004).Fungsi cairan itu untuk mempercepat proses pemancingan walet. Begitu aroma di dinding menghilang, walet tetap bertahan di sarangnya. Ia meramu khusus larutan perangsang yang akan disemprotkan di sarang.

Bahan ramuan berupa sebuah sarang walet sesungguhnya setelah direndam dalam 250 ml air selama semalam, sarang diblender hingga lembut. Dengan telunjuk ia mengoleskannya secara merata di atas permukaan sarang kertas. Lalukeringanginkan agar tidak bercendawan. “Aroma bertahan hingga berbulanbulan,” ujar Abeng.

Setelah itu sarang imitasi yang telah diolesi ramuan dipasang di lagur dengan paku payung di kedua sisi sarangnya. Jarak antarsarang 25—50 cm. Saat pemasangan sarang tangan harus bersih untuk menghindari kontaminasi bahan kimia.

Cara itu mempercepat walet masuk ke rumah. Itu dibuktikan ketika Abeng menangani bangunan di Rengasdengklok, Karawang, Jawa Barat. “Dalam tempo sebulan saja 3 walet sudah bersarang,” katanya.

Waktu tepat

Menurut pria yang menggeluti walet sejak 1992 itu saat tepat mengundang walet pada Agustus—September. Ketika itu walet-walet muda terbang ke luar rumah untuk mencari makan sekaligus pasangan. Burung yang sudah menemukan pasangan bakal mencari lokasi baru untuk tinggal.

Kondisi itu untuk walet yang berada di daerah lintasan atau buruan. Kalau bangunan berada di sentra, proses pemancingan bisa dilakukan kapan saja. Pengalaman Abeng rumah di sentra yang ia tangani dimasuki walet dalam tempo 2—3 bulan. Sementara kalau di luar sentra, “Waktu 2—3 bulan hanya untuk adaptasi saja. Walet paling hanya bermain-main, belum menetap,” katanya.

Oleh karena itu begitu rumah selesai dibangun segera lakukan penataan. Sarang kertas dipasang sesuai tempatnya. Kelembapan dan suhu ruangan dikondisikan sesuai habitat walet dengan cara mengatur lubang dan bak penampung air. CD pemancing walet harus bersuara jernih dan tahan lama. Prioritaskan CD diputar pada jam tertentu, seperti ketika walet pulang pada pukul 16.00 dan 21.00—22.00 agar walet betah.

Meski walet sudah menetap, pengelolaan rumah terus dilakukan. Penyemprotan ramuan pemikat rutin dilakukan. Hanya frekuensinya diubah, misal 70 hari atau 100 hari sekali. Waspadai pula kehadiran hama, seperti kecoak atau semut. Segera ambil tindakan untuk mengusirnya dengan obatobatan pengusir serangga. (Nyuwan SB)

 

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Lengkap! Budidaya Cacing Sutra Sistem Apartemen Hemat Tempat dan Air

Trubus.id — Peningkatan tren ikan hias diikuti dengan permintaan pakan tinggi. Cacing sutra menjadi salah satu pakan ikan hias...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img