Friday, January 16, 2026

Sean William: Jadikan Tanaman Hias sebagai Gaya Hidup Bukan Sekadar Tren

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Pameran dan konferensi florikultura terbesar di Indonesia, Floriculture Indonesia International (FLOII) Convex 2022 dihadiri oleh Sean William, salah seorang Plant Enthusiast and YouTuber dari Singapura.

Sean hadir menjadi narasumber talk show bersama Irene Chen, Malaysia’s Biggest Plant & Garden YouTuber. Menurut Sean, pada dua tahun belakangan banyak penggemar tanaman hias yang berburu aroid sehingga harganya bergerak liar dan tinggi, tapi kini harganya kembali normal dan stabil.

Harga yang kembali melandai tersebut membuat para penggemar tanaman hias jenis lain semisal aglaonema atau Carnivorous kembali menekuni kesukaan masing-masing.

“Kemarin kan yang sempat booming aroid jenis philodendron dan monstera, dan sekarang sebenarnya untuk permintaan jenis tanaman anthurium ini sudah puncaknya. Tetapi, kalau saya melihat berdasarkan pelaksanaan pameran ini, penikmat tanaman hias sudah mulai terpencar, sudah ke passion masing-masing,” tuturnya.

Menurutnya, tanaman hias jenis aglaonema merupakan yang paling stabil harga jualnya, tidak naik signifikan dalam waktu cepat. Meskipun ada beberapa jenis tertentu harganya cukup tinggi, seperti jenis Golden Hope yang harganya mencapai Rp110 juta.

“Sebaiknya tanaman hias tidak dijadikan tren, namun menjadi lifestyle (gaya hidup). Kalau tren, ada kalanya naik dan ada waktunya turun. Kalau tanaman hias menjadi lifestyle tentu akan ada momentum untuk naik walaupun sedikit, kan menjadi sustainable,” ujar Sean.

Sementara itu, Joe Fernandez, dari IndoAroid Curug, mengatakan, jenis tanaman aroid yang masih dicari kolektor di antaranya jenis Kuping Gajah. Harga jual tanaman tersebut berkisar Rp10 juta, bahkan ada yang dibanderol hingga Rp125 juta.

“Ketika masa pandemi kemarin tahun 2020 yang mendominasi philodendron, tetapi hingga pertengahan tahun ini mulai banyak yang berminat anthurium. Kami harap bisa lama umurnya, karena ada jenis yang masih langka,” katanya.

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img