Sunday, November 27, 2022

Sehat Berkat Filter

Rekomendasi

Superred sepanjang 60 cm berumur 8 tahun itu sama sekali tidak menunjukkan gejala sakit: terpaku di tempat atau megap-megap saat berenang. Semuanya lincah bergerak. Warna sisik pun jingga terang. Di kolam Trubus melihat 2 bangkai kodok yang dibiarkan mengapung. Menurut sang empunya bangkai itu sudah ada di sana selama lebih dari 3 hari. ‘Nanti bangkai itu akan terurai secara biologis,’ ujar Heri.

Kolektor di Utankayu, Jakarta Timur, itu berani berbuat seperti itu karena hakul yakin pada kerja fi lter biologis yang ada di sekeliling kolam. Filter yang letaknya 0,5 m dari permukaan air itu terdiri dari 6 kotak. Setiap kotak dengan ukuran bervariasi 1 m x 1 m dan 1 m x 2,5 m itu terhubung secara pararel. Kedalaman kotak dibatasi 60-80 cm. Itu supaya sinar surya menyentuh dasar kotak. Di sana pula lumpur setebal sejengkal ditaruh sebagai media tanaman air.

Tanaman air

Menurut Heri tanaman air menjadi bagian penting dalam proses filterisasi biologis itu. Semua jenis tanaman air dapat dipakai, tapi Heri hanya memilih 2 jenis: Pistia sp dan Echinodorus sp. Maklum keduanya paling gampang ditemui di penjaja tanaman air. ‘Yang penting tumbuhan itu dapat hidup baik dengan media lumpur,’ ujarnya.

Air dari kolam berkedalaman 2,5 m itu disedot melalui pompa untuk masuk kotak filter pertama. Air selanjutnya mengalir ke kotak-kotak lain berdasarkan prinsip tekanan air. Satu putaran filterisasi memakan waktu sekitar 5 menit. ‘Tanaman air cukup efektif menangkap senyawa beracun di air untuk diolah menjadi unsur tidak berbahaya,’ ujar Budi Irawan MS, pengajar ilmu tumbuhan dari Jurusan Biologi Universitas Padjadjaran di Bandung. Senyawa beracun itu amonia serta hasil penguraiannya, nitrit.

Lebih jauh Heri mengungkapkan dia memberi satwa air seperti ikan-ikan kecil, siput, dan udang pada setiap kotak filter. Hal itu dilakukan untuk menangkap sisa-sisa kotoran yang tidak mungkin diurai oleh tanaman air. ‘Sebab itu sisa-sisa bangkai kodok tidak berbau di air karena akan disantap ikan dan udang,’ ujarnya.

Lima filter

Nun di Cibubur, Jakarta Timur, cara serupa juga sudah lama diterapkan oleh PT Arwana Indonesia (PTAI) dalam skala lebih luas. PTAI yang mengandalkan pasokan air kolam dari Danau Cibubur itu menggantungkan nasib kualitas air pada 5 kolam penyaring biologis seluas masing-masing 1.000 m2. Pada kolam itu disebar kiambang Pistia stratiotes. ‘Kolam ini sebagai kontrol untuk menyaring kotoran dan logam berat,’ kata Suwandi, manajer operasional PTAI.

Air dari danau secara bertahap akan mengalir masuk pada setiap kolam tanah itu. Setelah tuntas disaring, untuk memastikan kualitas air bagus, air saringan itu perlu melewati kolam khusus yang diisi belasan arwana silver ukuran di atas 40 cm. ‘Mereka sebagai kontrol terakhir,’ tambah Suwandi. Artinya jika terjadi sesuatu pada air, siluk-siluk itu bakal menjadi korban pertama dan puluhan superred yang dipelihara di kolam lain berukuran 30 m x 50 m terselamatkan.

Tak hanya di kolam penyaring, menurut Suwandi kolam utama tetap diberi kiambang. Namun, populasinya dibatasi. Kiambang-kiambang itu ditaruh dalam kotak paralon berukuran 2 m x 1,5 m. Posisi kotak dapat berubah, di pinggir atau di tengah kolam. Itu tergantung gerakan air yang ditimbulkan angin.

Dari pengamatan Trubus, PTAI juga memberi filter tambahan sebelum air bersih masuk ke dalam kolam. Namun, filter itu hanya dipasang pada kolam semen. Dua buah tray plastik berukuran 30 cm x 15 cm ditempel pada salah satu dinding kolam yang terdapat pipa air. Tray yang diisi busa itu berguna untuk menangkap kotoran atau sampah yang lolos dan terpompa dari reservoar.

Yang dilakukan Heri dan PTAI memang belum banyak diterapkan oleh hobiis dan farm besar arwana sekalipun. Mereka masih mengandalkan filter biologi dengan komponen bioball atau busa yang ditumbuhi bakteri pengurai nitrosomonas dan nitrobacter. ‘Kalau keduanya bisa dikombinasikan, kualitas air sangat bagus,’ kata Heri. Artinya sang ikan kahyangan itu nyaman hidup meski berada di luar habitat aslinya. (Dian Adijaya S)

 

Previous articleCoba Sendiri
Next articleAgar si Belang Prima
- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Empat Gabus Hias yang Cocok untuk Pemula

Trubus.id — Pehobi pemula perlu memahami jenis gabus hias atau channa. Hal ini karena masing-masing gabus hias memiliki tingkat...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img